Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batang Hari

Daftar 76 Desa di Batang Hari Rawan Karhutla, Seluruh Kecamatan Masuk Zona Risiko 2026

Puluhan desa di wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran, terutama di musim kemarau.

Tayang:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA/Khusnul Khotimah
Daftar 76 Desa di Batang Hari Rawan Karhutla, Seluruh Kecamatan Masuk Zona Risiko 2026 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebanyak 76 desa di Kabupaten Batang Hari ditetapkan sebagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026, Jumat (17/4/2026).

Seluruh kecamatan di daerah tersebut masuk dalam kategori rawan, seiring tingginya potensi kebakaran yang dipicu kondisi cuaca dan aktivitas manusia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan ada delapan kecamatan menjadi fokus utama penanganan karhutla tahun ini.

"Kecamatan rawan meliputi Pemayung, Bajubang, Muara Bulian, Muara Tembesi, Maro Sebo Ulu, Maro Sebo Ilir, Mersam, dan Batin XXIV," katanya.

Ia menyebut, puluhan desa di wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran, terutama di musim kemarau.

Beberapa desa rawan di antaranya Jembatan Mas, Bungku, Pasar Baru, Jelutih, hingga Kembang Paseban.

Muncul 57 Hotspot

Data BPBD juga menunjukkan bahwa terdapat 57 titik terdeteksi, terdiri dari 41 hotspot dan 16 firespot, dengan total luas lahan terbakar mencapai sekira 19,4 hektare.

Sebaran titik terbanyak tercatat di Kecamatan Maro Sebo Ulu dengan 15 titik, sementara firespot terbanyak berada di Muara Bulian sebanyak 7 titik.

Selain itu, beberapa wilayah mencatat luas kebakaran cukup besar meskipun jumlah titik relatif sedikit.

"Ini menunjukkan bahwa api bisa meluas dengan cepat, terutama di lahan yang kering," tegasnya.

Ia kembali menegaskan, faktor utama penyebab kebakaran masih didominasi oleh ulah manusia.

"Kami melihat penyebabnya masih sama, yakni pembakaran lahan dan sampah oleh masyarakat," tuturnya.

Pihaknya, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama dengan adanya ancaman cuaca panas berkepanjangan.

"Kami berharap masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar, karena risikonya sangat besar," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved