Berita Internasioal
Cerita WNI di Iran di Tengah Perang Dengan Israel, Nonaktifkan Media Sosial
Ketegangan antara Iran dan Israel berdampak pada kehidupan sehari-hari Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Iran.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM – Ketegangan antara Iran dan Israel berdampak pada kehidupan sehari-hari Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Iran.
Di tengah konflik bersenjata yang kian memanas sejak Jumat (13/6/2025), para WNI diinstruksikan mengikuti kebijakan lokal, termasuk imbauan untuk menonaktifkan media sosial.
Setiawan, seorang mahasiswa asal Indonesia yang kini menempuh pendidikan di Universitas Jamiatul Ulum, Iran, mengungkapkan bahwa imbauan tersebut berasal langsung dari otoritas Iran.
Ia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) di Iran, menyampaikan bahwa langkah ini diambil demi mencegah risiko yang lebih besar bagi masyarakat, terutama warga asing.
"Instruksinya cukup jelas. Untuk sementara, aplikasi media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram dianjurkan untuk dinonaktifkan.
Bahkan kalau bisa, dihapus dulu," kata Setiawan saat berbicara dalam diskusi virtual Overview Tribunnews, Rabu (18/6/2025).
Meski tak mendapatkan penjelasan detail dari pemerintah Iran mengenai alasan spesifik di balik kebijakan tersebut, Setiawan menyatakan bahwa pelajar dan WNI lainnya berusaha patuh demi keamanan bersama.
"Kami belum tahu secara rinci kenapa harus dihapus, tapi ini disampaikan langsung oleh salah satu menteri Iran. Kami anggap ini bentuk perlindungan terhadap kami," ujarnya.
Menurutnya, situasi di kota Qom, tempat ia dan sekitar 200 WNI lainnya tinggal, relatif aman dan jauh dari pusat konflik yang berfokus di Teheran.
"Qom berjarak dua sampai tiga jam dari Teheran. Jadi ketika terjadi ledakan atau serangan, dampaknya tidak sampai ke sini.
Aktivitas kami masih berjalan normal," ungkap Setiawan.
Menyikapi situasi yang terus berkembang, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran turut mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan.
WNI diminta tetap waspada dan siap jika sewaktu-waktu harus dievakuasi.
"Sejauh ini, kami diminta menyiapkan perlengkapan darurat, rutin melapor diri ke KBRI, serta terus memantau perkembangan melalui kanal resmi KBRI," ujar Setiawan.
Meskipun tekanan konflik terus meningkat, solidaritas dan kepatuhan terhadap protokol keamanan menjadi fokus utama para WNI di Iran.
Mereka berupaya menjaga keselamatan sembari terus mengikuti perkembangan dari pemerintah setempat maupun KBRI.
(TRIBUNJAMBI.COM/TRIBUNNEWS.COM)
Remaja 16 Tahun Serang Sekolah di Brasil, 1 Siswa Tewas dan 3 Luka-Luka |
![]() |
---|
Polisi India Telat Datang 3 Jam, Pengusaha Kepalang Tewas Tertembak, Saudara Korban Marah |
![]() |
---|
Bandara Arbil Diserang Drone, Irak Terjebak dalam Konflik Bayangan Timur Tengah |
![]() |
---|
Trump Ancam Serang Iran Jika Program Nuklir Diaktifkan Lagi |
![]() |
---|
AS Perketat Keamanan Usai Serangan ke Iran, Tempat Ibadah dan Fasilitas Publik Diperketat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.