Berita Viral

SIAPA Retno Listyarti Berani Kritik Kebijakan Jam Malam Pelajar Ala Dedi Mulyadi? Ternyata Aktivis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perhatian publik setelah mengeluarkan gebrakan baru di bidang pendidikan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
SOSOK: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perhatian publik setelah mengeluarkan gebrakan baru di bidang pendidikan. Meski baru akan diterapkan mulai 1 Juni 2025, kebijakan jam malam pelajar tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak. Salah satu pihak yang menyoroti kebijakan Dedi Mulyadi tersebut yakni Retno Listyarti. 

SIAPA Retno Listyarti Berani Kritik Kebijakan Jam Malam Pelajar Ala Dedi Mulyadi? Ternyata Aktivis

TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perhatian publik setelah mengeluarkan gebrakan baru di bidang pendidikan.

Gebrakan tersebut setelah kebijakan memasukkan anak nakal ke barak militer untuk mendapatkan pendidikan karakter.

Kali ini mantan Bupati Purwakarta itu membuat aturan baru bagi para pelajar.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi itu menentukan jam malam bagi para pelajar.

Nantinya para pelajar dilarang keluar rumah mulai pukul 21:00 WIB sampai dengan 04:00 WIB.

Meski baru akan diterapkan mulai 1 Juni 2025, kebijakan jam malam pelajar tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak.

Salah satu pihak yang menyoroti kebijakan Dedi Mulyadi tersebut yakni Retno Listyarti.

Baca juga: Saya Cari Kamu Dedi Mulyadi Ngamuk Tantang Suporter Persikas Ganggu Acaranya di Subang

Baca juga: Gak Ada Otak Kalian! Dedi Mulyadi Naik Pitam Ulah Suporter Persikas Subang, Kini Ditangkap Polisi

Lantas, siapakah sosok Retno Listyarti ?

Sosok Retno Listyarti

Retno Listyarti dikenal sebagai praktisi dan aktivis pendidikan.

Sebagai aktivis pendidikan, Retno kerap kerap mengadvokasi kebijakan-kebijakan pendidikan yang dianggap melanggar hak-hak anak, seperti kebijakan Ujian Nasional (UN), kebijakan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), kebijakan Lima Hari Sekolah, dan lain-lain. 

Retno bersama organisasi profesinya, FSGI juga kerap mengadvokasi berbagai kasus kekerasan pada anak didik dan diskriminasi yang dialami rekan-rekan pendidik.

Ia juga memiliki sejumlah pengalaman berorganisasi seperti menjadi Ketua KIRJU (Kelompok Ilmiah Remaja Jakarta Utara), Ketua Umum Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), dan sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas FSGI.

Selain itu, Retno juga pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Soroti Kebijakan Dedi Mulyadi

Retno Listyarti baru-baru ini melontarkan kritik terhadap kebijakan jam malam bagi pelajar yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia meminta agar Gubernur Jawa Barat itu mengkaji ulang kebijakannya.

Bukan tanpa alasan, Retno Listyarti menilai bahwa Jawa Barat merupakan wilayah yang luas.

Oleh karenanya, ia meminta agar kebijakan Dedi Mulyadi harus diawali dengan pendataan atau kajian terlebih dahulu. Seperti untuk anak-anak yang berada di tempat-tempat yang berbeda dan kondisi yang berbeda.

"Barangkali harus ada juga menurut saya adalah pendataan atau kajian dahulu terkait dengan aktivitas anak," kata Retno.

Baca juga: KABAR KECELAKAAN Identitas Korban Laka Tabrak Truk Batu Bara Stop Tanpa Rambu di Jambi, 1 Meninggal

Lalu ada pula aktivitas anak yang berbeda-beda, misalnya anak yang rutin les setelah jam pulang sekolah yang terkadang sampai malam.

“Kemudian ada pula anak kurang mampu yang mana malam hari harus membantu orang tuanya berjualan dan sebagainya,” sambungnya.

Sebelumnya, Retno juga pernah mengkritik kebijakan Dedi Mulyadi soal mengirim anak nakal ke barak militer.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional atau Sisdiknas.

Ia juga menambahkan soal kebijakan Dedi Mulyadi menimbulkan persoalan serius lantaran mengirim siswa bermasalah ke barak untuk waktu 6 sampai 12 bulan tanpa memutus status mereka sebagai siswa.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved