News
Razman Nasution Sebut GRIB Jaya Dukung Pemerintah Berantas Premanisme Berkedok Ormas
Razman Arif Nasution, selaku juru bicara GRIB Jaya, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai kebijakan positif yang dapat...
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA – Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menyatakan dukungan terhadap langkah tegas pemerintah dalam menertibkan aksi premanisme yang berkedok sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas).
Pemerintah sendiri telah resmi membentuk Satuan Tugas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Ormas Meresahkan, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional.
Razman Arif Nasution, selaku juru bicara GRIB Jaya, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai kebijakan positif yang dapat mengurangi tingkat kriminalitas, sekaligus membedakan mana tindakan kriminal murni dan mana yang dilakukan oknum dari dalam ormas.
"Respons Bapak Presiden itu baik untuk mengurangi angka kriminalitas dan bisa dikanalisasi mana kejahatan yang dilakukan oleh oknum anggota ormas, mana oleh preman jalanan tanpa afiliasi," ujar Razman, saat dihubungi pada Minggu (11/5/2025).
GRIB Akui Tampung Anak Jalanan dan Eks Napi untuk Dibina
Lebih lanjut, Razman menekankan bahwa GRIB Jaya sejauh ini berkomitmen untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang termarjinalkan, terutama anak muda pengangguran, putus sekolah, hingga mantan narapidana.
"Kami menghimpun, membantu, mengakomodir, dan membina fisik serta mental mereka. Anak-anak muda yang tidak punya pekerjaan atau yang baru keluar dari penjara, kita tampung dan kita bina," jelas Razman.
Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa struktur GRIB tidak hanya diisi oleh kalangan jalanan semata. Menurutnya, GRIB juga diperkuat oleh orang-orang berlatar belakang intelektual dan spiritual.
"Jangan salah, Bang Hercules itu juga Panglima Pondok Pesantren di Jawa Barat dan Banten. Jadi GRIB tidak melulu soal preman. Jangan semua kejahatan langsung diarahkan ke GRIB," tegasnya.
Razman turut menyoroti pentingnya pendekatan pembinaan terhadap pelaku kenakalan remaja.
Ia mencontohkan program pembinaan fisik dan mental di barak TNI seperti yang dilakukan oleh Kang Deddy Mulyadi terhadap pelajar yang terlibat tawuran.
"Apakah tawuran pelajar itu dilakukan ormas? Tidak juga. Tapi mereka harus dibina. Kang Deddy membuktikan bahwa anak-anak bisa dibentuk lewat pendidikan fisik, mental, dan spiritual di barak militer,” ujarnya.
Meskipun mendukung penuh pembentukan Satgas Terpadu, Razman juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak semena-mena menuduh ormas tertentu sebagai pelaku kriminalitas, tanpa bukti hukum yang jelas.
"Kami mengapresiasi dan mendukung keberadaan Satgas. Tapi jangan ada yang menuduh sembarangan atau memaksa untuk memproses hukum suatu ormas tanpa dasar," kata Razman.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Budi Gunawan, memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk membahas premanisme serta ormas-ormas yang dianggap meresahkan.
Ingat Bambang Tri Mulyono Penulis Buku 'Jokowi Undercover? Kini Bebas Bersyarat dari Lapas Sragen |
![]() |
---|
Nasib Eks Marinir TNI Terluka Parah dan Dikepung Drone Ukraina, Minta Doa Rakyat Indonesia |
![]() |
---|
Bripda Alvin Pembunuh Pacar di Indramayu Ditangkap di NTB, Terancam Hukuman Mati |
![]() |
---|
Fakta Mengerikan Meninggalnya Bocah Sukabumi Akibat Ascariasis, Cacing Keluar dari Hidung dan Mulut |
![]() |
---|
Lucky Hakim Kaget Temukan Siswa SMP dan SMA di Indramayu Tak Bisa Baca dan Berhitung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.