Kerusuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti Sumsel Dipicu Razia di Blok Sel

Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan (Sumsel) diduga dipicu razia.

|
Editor: Suci Rahayu PK
Ist
RICUH - Ratusan personil gabungan saat melakukan pengamanan di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas yang ricuh saat Ustadz Abdul Somad beri ceramah, Kamis (8/5/2025).  

TRIBUNJAMBI.COM- Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan (Sumsel) diduga dipicu razia.

Diektahui kerusuhan terjadi pada Kamis (8/5/2025) pagi.

Saat kerusuhan, narapidana atau napi sempat menguasai ruangan di Lapas.

Berikut kronologi hingga detik-detik kerusuhan di di Lapas Narkotika Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan.

Kronologi

Kapolres Musi Rawas AKBP Adhitya Prananta mengungkapkan kejadian tersebut bermula saat petugas lapas melaksanakan razia di lapas.

"Dapat kami sampaikan pukul 9.45 WIB tadi dari petugas lapas melaksanakan razia rutin di lapas narkoba. Jadi didapati adanya handphone," kata AKBP Adhitya dalam Breaking News Kompas Tv, Kamis.

Namun razia tersebut menimbulkan ketidakpuasan dari napi sehingga timbul perlawanan terhadap petugas yang melaksanakan razia.

"Saat itu, lapas menghubungi kami Polres Musi Rawas untuk memberikan bantuan pengamanan lapas," ucapnya.

Baca juga: Mengenal Paus Leo XIV, Robert Francis Prevost Jadi Paus Pertama dari Amerika

Baca juga: Awal Mula Kericuhan Lapas Narkotika Sumsel Sebelum Ustaz Ceramah saat Razia Ponsel: Sita 54 Unit

Pihaknya pun kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Polres Lubuk Linggau, Kodim, dan Batalyon B Pelopor Petanang untuk membantu mengamankan situasi dalam lapas.

"Mensterilkan lapas yang sudah dikuasi oleh napi," ucapnya.

Kamis siang sekitar pukul 11.00 WI, situasi di Lapas sudah mulai terkendali dan kondusif.

Tahanan sudah masuk ke blok selnya masing-masing.

Usai kerusuhan tersebut, sejumlah personel pun disiagakan, sekaligus melaksanakan survei terkait kerusakan yang terjadi dalam lapas.

Petugas Lapas Lebih Sedikit

Kapolres Musi Rawas mengungkapkan saat kerusuhan tersebut, jumlah petugas lapas tak sebanding dengan jumlah napi.

"Untuk jumlah petugas razia lebih sedikit dibandingkan warga binaannya," ucapnya.

Menurut penjelasannya, jumlah napi di lapas lebih dari seribu orang.

"Di sini warga binaannya 1.069."

Pasca kerusuhan, pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

"Untuk saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan oleh Satreskrim," ujarnya.

Fasilitas Rusak

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, usai kerusuhan terjadi, tampak sejumlah warga binaan serta petugas mulai membersihkan sisa-sisa kerusuhan.

Dari laporan Jurnalis Tribunnews Eko Mustiawan dalam Breaking News KompasTV langsung dari lokasi kejadian, beberapa fasilitas lapas mengalami kerusakan cukup parah.

Fasilitas yang rusak di antaranya pembatas blok kamar, pembatas blok halaman utama, beberapa gazebo di bagian depan, dan juga termasuk di pintu pemeriksaan.

Meski sempat mencekam, tidak ada korban jiwa maupun korban luka berat dalam insiden tersebut.

 

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Mengenal Paus Leo XIV, Robert Francis Prevost Jadi Paus Pertama dari Amerika

Baca juga: Ngaku Digusur bak Hewan, Aura Cinta Sebut Uang Rp10 Juta dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tak Cukup

Baca juga: Cucu Korban Rudapaksa di Tanjabbar Berhasil Kumpulkan Keberanian, Kini Kakek Bejat Jadi Tersangka

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved