Rabu, 15 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Arti Mimpi

Arti Mimpi Idul Fitri: Pertanda Baik atau Buruk?

Tidak semua mimpi tentang Idul Fitri memiliki makna yang positif, berikut penjelasannya.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
tribunnews.com
ILUSTRASI ARTI MIMPI - Arti Mimpi Idul Fitri: Pertanda Baik atau Buruk? 

TRIBUNJAMBI.COM - Tidak semua mimpi tentang Idul Fitri memiliki makna yang positif.

Beberapa tafsir menunjukkan bahwa mimpi ini bisa menjadi peringatan atau pertanda perubahan dalam hidup seseorang.

1. Mimpi Mendapatkan Baju Baru di Hari Raya
Jika seseorang bermimpi mendapatkan atau membeli baju baru untuk Idul Fitri, ini menandakan awal yang baru atau perubahan positif dalam hidupnya. Baju baru melambangkan penyucian diri, pembaruan, dan kebahagiaan.

2. Mimpi Tidak Bisa Makan di Hari Raya
Jika seseorang bermimpi tidak bisa menikmati hidangan khas Idul Fitri, ini bisa menjadi pertanda bahwa ia sedang merasa kekurangan, baik secara finansial maupun emosional. Mimpi ini juga bisa menjadi peringatan agar si pemimpi lebih bersyukur atas nikmat yang dimilikinya.

3. Mimpi Bertemu dengan Orang yang Sudah Meninggal di Hari Raya
Bermimpi bertemu dengan orang yang telah meninggal pada hari Idul Fitri bisa menjadi pesan spiritual bahwa si pemimpi merindukan atau harus mendoakan almarhum. Dalam beberapa tafsir, mimpi ini juga bisa menjadi tanda bahwa si pemimpi perlu lebih memperhatikan hubungan sosial dan keluarganya.

Mimpi Sebagai Petunjuk

Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.

Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.

Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.  

Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat. 

Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.

Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut. 

Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan. 
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. 

“Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76)

Baca juga: Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Hari Senin, 31 Maret 2025

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved