Ramadhan 2025
Malam 21 Ramadhan Turunnya Lailatul Qodar, Benarkah? Ini Penjelasannya
Malam 21 Ramadhan diartikan penyambutan malam Lailatul Qadar yang jatuh di malam ganjil di 10 terakhir ramadhan.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Malam 21 Ramadhan diartikan penyambutan malam Lailatul Qadar yang jatuh di malam ganjil di 10 terakhir ramadhan.
Pada malam itu, awal Rasulullah SAW memulai beri'tikaf yang artinya berdiam diri di masjid, untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Itikaf dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan, di mana umat Islam menghabiskan waktu mereka untuk beribadah tanpa terganggu oleh urusan dunia.
Rasulullah SAW memberi contoh kepada umatnya untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak doa, shalat malam, dan dzikir, berharap bisa meraih malam Lailatul Qadar.
Itikaf menjadi sarana bagi umat Islam untuk fokus beribadah dan berdoa kepada Allah SWT, serta memperbaiki diri secara spiritual selama bulan Ramadhan.
Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW untuk beri'tikaf, umat Islam diharapkan dapat lebih maksimal dalam beribadah dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, terutama jika mereka berhasil meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar
Diketahui jika malam lailatul qadar itu datang pada malam-malam ganjil di bulan ramadhan.
Hal ini menjadikan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah.
Cara mendapatkan malam lailatul qadar dianjurkan memperbanyak amal ibadah di sepanjanga malam di bulan ramadhan.
Berbagai ibadah malam hari yang bisa dilaksanakan di antaranya adalah membaca Al-Qur’an, menunaikan salat malam, memperbanyak doa, iktikaf di masjid, dan lain sebagainya.
Amalan Lailatul Qodar
Berikut amalan berupa Doa malam lailatul qadar
Doa ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad sebagaimana terdapat dalam hadist dari Aisyah, berikut ini:
Saya bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika saya mendapati malam lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?’ Rasulullah bersabda, ‘Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku). (HR. Al-Tirmidzi)
Selain itu, dalam riwayat Imam Syafi'i, doa yang juga sering dipanjatkan Nabi Muhammad di malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:
"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.'
Artinya:
Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Malam Lailatul Qodar bisa diraih dengan memperbanyak amal dan ibadah pada Allah.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta, Dr. H. Baidi, M. Pd, memberikan penjelasan tentang Lailatul Qadar.
Hal ini dijelaskan melalui tayangan YouTube Tribunnews.com berjudul TANYA USTAZ: Apa Itu Lailatul Qadar dan Apa Tanda-tandanya?.
Dijelaskannya , tidak ada penjelasan tegas dari agama tentang indikator terjadinya Lailatul Qadar.
Dalam berbagai riwayat dijelaskan ada tanda-tanda secara alamiah untuk malam Lailatul Qadar.
Ketika turun Lailatul Qadar, di pagi hari atau malam hari cuaca sangat tenang dan udaranya segar.
Ketika pagi hari sinar matahari cukup cerah dan tidak panas.
"Karena tadi yang disampaikan adalah sebuah pendapat, maka lebih baik karena kita tidak tahu kapan Lailatul Qadar itu turun pasti itu kodrat Allah itu rahasia Allah SWT." Jelas Baidi.
Dianjurkan kepada kita 10 hari terakhir, terutama di malam-malam ganjil, kita disunahkan oleh Rasulullah SAW untuk menyongsong Lailatul Qadar dengan memperbanyak iktikaf, berdzikir, dan istighfar.
Di Lailatul Qadar, Allah SWT telah menjanjikan ibadah yang lebih baik dari pada seribu bulan.
Baca juga: Cara Mendapatkan Lailatul Qodar di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Baca juga: Keistimewaan Malam Lailatul Qodar di 10 Hari Terakhir Ramadhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Malam-Lailatul-Qodar-122.jpg)