Ramadhan 2025
3 Kekhawatiran yang Harus Diwaspadai Seorang Muslim
Di dalam kehidupan ini pergantian suka, dan duka. Pergantian senang dan sedih. Begitu juga dengan kegundahan-kegundahan yang kita hadapi.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Nurlailis
Oleh: Ustaz Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag.
TRIBUNJAMBI.COM - Di dalam hidup ini tentu tidak selamanya kita berjalan pada jalan yang normal.
Tentu sekali waktu ada sandungan, sekali waktu kita terpeleset, terjatuh.
Di dalam kehidupan ini pergantian suka, dan duka.
Baca juga: 3 Dimensi Kehidupan Seorang Muslim yang Membangun Karakter
Pergantian senang dan sedih.
Begitu juga dengan kegundahan-kegundahan yang kita hadapi dalam hidup ini.
Tetapi ada kegundahan yang jauh kita khawatirkan, daripada yang sifatnya sementara di dunia ini.
Sebagaimana sebagian ulama mengatakan, bahwa kegundahan yang ada dalam hati kita adalah yang "pertama kegundahan taat kita kepada Allah SWT. Misalnya sembahyang puasa dan sebagainya."
Adakah diantara kita yang memiliki kekhawatiran, kegundahan, bahwa apa yang kita lakukan itu tidak diterima oleh Allah SWT. Sehingga kita hanya membuang waktu dan sebagainya.
Oleh karena itu kegundahan ini menjadi penting sehingga kita sangat berharap kepada Allah setiap perbuatan taat kita, perbuatan bakti kita, perbuatan baik kita diterima oleh Allah SWT sebagai amal baik kita.
Baca juga: 4 Kunci Menjalani Kehidupan
Inilah yang harus menjadi kekhawatiran kita semua.
Lalu ulama menyatakan yang kedua "ada kesalahan yang pernah kita lakukan, keburukan. Kita harus merasa gundah, merasa khawatir jangan-jangan kesalahan kita itu tidak diampuni oleh Allah SWT."
Kita tidak ingin kesalahan yang kita lakukan itu tidak diampuni oleh Allah.
Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman kepada Allah hendaklah kita memiliki kekhawatiran yang amat sangat takut kita jangan-jangan ada kesalahan kita yang kita lakukan kepada Allah, kepada manusia menjadi tidak diampuni oleh Allah SWT.
Lalu yang terakhir ulama menyatakan bahwa ini kekhawatiran yang amat sangat bagi kita.
Kita takut bahwa rasa cinta kita kepada Allah SWT sang pencipta, Kholik, yang menciptakan alam semesta, yang menciptakan manusia dan isinya.
Lalu kita takut kekenalan kita kepada Allah, iman kita dicabut oleh Allah SWT lalu kita beriman di dunia tetapi tidak dianggap beriman di akhirat.
Oleh karena itu sebaiknya kita orang Islam memiliki kegundahan dan kekhawatiran yang kuat kepada Allah SWT.
Kita takut kalau kita hidup di dunia.
Kita hidup di dunia harus beriman dan mati pun dalam keadaan beriman.
Sehingga suatu saat Allah SWT mencabut nyawa kita iman kita sudah tidak ada dalam diri kita.
Inilah yang disebutkan oleh ulama kegundahan yang ada dalam diri kita sebagai hambanya harus senantiasa muncul sehingga kita tidak merasa aman kecuali dekat dengan Allah SWT.
Orang-orang seperti inilah yang selalu memuhasabah dirinya dan mengevaluasi perjalanan panjang hidupnya di atas dunia yang sementara ini.
Perjalanan panjang inilah yang kemudian mengilhami dirinya untuk selalu memikirkan hal-hal yang menjadi pondasi di dalam dirinya.
Tidak hanya hal-hal yang bersifat materi tetapi juga hal-hal yang bersifat non materi.
Yaitu sesuatu yang tidak nampak tetapi punya nilai yang luar biasa yang menjadi modal besar kita nanti menghadap Allah SWT.
Semoga kita semua dijauhkan oleh Allah SWT dari hal-hal yang buruk seperti itu dan kita selalu meningkatkan kekhawatiran mudah-mudahan semua itu tidak terjadi dalam diri kita.
Baik itu kita hidup di dunia maupun hidup di akhirat kelak nanti.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Update berita Tribun Jambi di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Anwar-Sadat-233025.jpg)