Ramadhan 2025
Hukum Melihat Aurat Lawan Jenis saat Berpuasa Ramadhan, Begini Penjelasannya
Melihat aurat orang lain saat puasa Ramadhan dapat mengurangi pahala puasa,
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Melihat aurat orang lain saat puasa Ramadhan dapat mengurangi pahala puasa,
Hal ini disebabkan karena melihat aurat dapat membangkitkan hawa nafsu dan mendorong seseorang untuk melakukan maksiat.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan pandangan dari hal-hal yang dilarang oleh agama.
Allah memerintahkan umat Islam untuk menjaga pandangan sebagai bentuk pengendalian diri dan menjaga kesucian hati.
Menundukkan pandangan merupakan salah satu cara untuk menjaga diri dari godaan yang dapat merusak kekhusyukan ibadah.
Selain menghindari melihat aurat, menjaga pandangan juga membantu seseorang untuk lebih fokus pada ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa pandangan pertama adalah ujian, tetapi jika terus melihat maka itu bisa menjadi dosa.
Godaan untuk melihat sesuatu yang haram dapat melemahkan spiritualitas seseorang dan mengurangi keberkahan puasanya.
Orang yang mampu menjaga pandangan akan mendapatkan ketenangan hati dan kemurnian jiwa selama menjalankan ibadah Ramadhan.
Buya Yahya di channel Youtube Al Bahjah TV memberikan penjelasan terkait persoalan ini.
Buya Yahya menegaskan, orang melihat aurat tidak harus bangkit syahwat.
"Jadi, jangan salah. Jangan sampai yang pentingkan nggak syahwat. Akhirnya disimpulkan kalau nggak syahwat, nggak dosa," kata Buya Yahya.
"Tetap dosa. Biarpun seseorang tidak syahwat, melihat aurat adalah dosa," tegas Buya Yahya.
Seseorang yang melihat aurat orang lain akan mengurangi pahala puasa.
"Menjadi sebab dia dosa. Jadi, keharoman melihat aurat itu bukan di saat bangkit syahwat," kata Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mencontohkan bahkan seorang laki-laki, melihat paha wanita korengan semuanya bahkan menjijikkan tetap haram.
"Bukan nggak syahwat lalu nggak dosa. Tetap haram biarpun jijik misalnya," jelasnya.
"Karena itu adalah aurat yang harus ditutup dan kita tidak boleh melihatnya," pungkas Buya Yahya.
Baca juga: Berkumur saat Ramadhan, Benarkah Membatalkan Puasa?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ramadhan-1443-hijriah2022.jpg)