Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ramadhan 2025

Puasa tapi Belum Mandi Wajib, Apakah Sah? Berikut Hukum dan Penjelasannya

Berikut penjelasan apakah boleh puasa dalam keadaan junub dan belum mandi wajib:

Tayang:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
GLOBAL NEWS
ILUSTRASI MANDI WAJIB - Berikut penjelasan apakah boleh puasa dalam keadaan junub dan belum mandi wajib 

Berikut penjelasan apakah boleh puasa dalam keadaan junub dan belum mandi wajib

TRIBUNJAMBI.COM - Di bulan suci Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Karena puasa merupakan ibadah, Anda tentu ingin melakukan yang terbaik dalam ibadah Anda, termasuk soal kesucian.

Sering kali muncul pertanyaan apakah boleh puasa padahal dalam kondisi tidak suci dan belum mandi wajib. Jawaban atas pertanyaan ini tentu penting untuk Anda ketahui sebagai umat Islam.

Apa lagi berkaitan dengan puasa Ramadan yang menjadi salah satu kewajiban sebagai seorang muslim.

Berikut ini akan dijelaskan hukum puasa tapi belum mandi wajib.

Apa Itu Mandi Wajib?

Mandi wajib atau mandi junub merupakan cara membersihkan diri dari hadas besar.

Hadas besar merupakan keadaan mengharuskan seseorang mandi wajib agar bisa melakukan ibadah seperti shalat, thawaf, atau membaca Al-Quran.

Penyebab seseorang wajib mandi, antara lain adalah berhubungan intim suami istri, keluarnya sperma atau mani, haid, nifas, atau melahirkan.

Dalam bulan suci Ramadhan, umumnya mandi wajib dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa atau sebelum sahur.

Namun, ada kalanya seseorang belum sempat mandi wajib saat puasa Ramadhan karena berbagai alasan, misalnya karena ketidaktahuan, keteledoran, tertidur lelap, atau lupa.

Lantas, bolehkah puasa belum mandi wajib

Apakah Boleh Puasa Belum Mandi Wajib?

Akademisi  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Dr H Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag melalui channel YouTube Tribunnews menjelaskan hukum tersebut.

Menurut Syamsul Bakri, jika seseorang tersebut belum mandi junub atau mandi wajib akibat berhubungan suami istri sedangkan saat itu sudah memasuki waktu subuh atau fajar maka puasanya tetap sah. 

Kebolehan belum mandi junub hingga subuh ini berdasarkan perbuatan Nabi Muhammad, SAW.

Rasulullah pernah menunda melakukan mandi junub hingga Subuh, dan kemudian beliau berpuasa.

Ini menjadi dasar kebolehan menunda mandi junub setelah fajar atau Subuh. 

Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, dari Sayidah Aisyah dan Ummu Salamah;

"Sesungguhnya Nabi Saw pernah ketika waktu Subuh dalam keadaan junub dari jimak, kemudian beliau mandi dan berpuasa."

Hadis diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim. Dan Imam Muslim menambahi dalam hadis yang bersumber dari Ummi Salamah:

"Dan Nabi Saw tidak mengqada puasanya."

Dari kedua hadist tersebut, dapat diketahui seseorang yang berpuasa sebelumnya masih keadaan junub baik karena berhubungan suami istri atau bermimpi maka puasanya tetap sah.

Namun, jika seseorang tersebut tidak mandi sehingga terlewat salat subuhnya, maka dia berdosa karena tidak mengerjakan sholat subuh. 

 

 

Baca juga: KPK tak Hadir di Sidang Perdana Praperadilan Jilid II Hasto Kristiyanto, Biro Hukum Butuh Waktu

Baca juga: Apakah Jalan Lintas Jambi-Sumbar yang Ambles di Bungo Bisa Dilalui saat Mudik Lebaran?

Baca juga: Perbaikan Darurat Jalan Lintas Sumatera Jambi-Sumbar yang Amblas di Bungo Butuh Waktu 4 Hari

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved