Ramadhan 2025
Punya Hutang Puasa Ramadan? Ini Niat Puasa Qadha dan Ketentuannya
Bagi umat Islam yang memiliki hutang puasa Ramadan wajib menggantinya dengan puasa Qadha.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Bagi umat Islam yang memiliki hutang puasa Ramadan karena sakit, haid, bepergian, atau alasan lain yang dibenarkan syariat, wajib menggantinya dengan puasa Qadha.
Puasa Qadha harus dilakukan sebelum datangnya Ramadan berikutnya agar tidak dikenai fidyah, kecuali ada uzur yang sah.
Niat Puasa Qadha
Niat puasa Qadha sebaiknya diucapkan sebelum fajar, sebagaimana puasa wajib lainnya. Berikut lafaz niatnya:
"Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadana lillahi ta’ala."
Artinya: "Saya niat berpuasa besok untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah Ta’ala."
Jika lupa berniat di malam hari, ada pendapat yang membolehkan niat di pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum makan atau minum.
Hukum Membayar Hutang Puasa Ramadan
Mengutip dari buku Belum Qadha Puasa Sudah Masuk Ramadhan karya Muhammad Aqil Haidar, dijelaskan bahwa kewajiban puasa qadha ini telah diperintahkan dalam Al-Qur'an dan hadits.
Kewajiban puasa qadha yang tertuang dalam firman Allah SWT, terdapat pada Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 184:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ... ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: "Maka, barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib menggantinya sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS Al-Baqarah: 184).
Sementara itu, kewajiban untuk menunaikan puasa qadha juga terdapat dalam hadits berikut:
كنَّا نَحِيضُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ فَنُؤْمَرُ بِقَضاءِالصوم
Artinya: Dari Aisyah RA berkata, "Dahulu di zaman Rasulullah SAW kami mendapat haid. Maka kami diperintah untuk mengganti puasa." (HR Muslim).
Oleh karena itu, puasa Qadha hukumnya menjadi wajib dilakukan bagi siapapun yang mempunyai kewajiban puasa tetapi tidak melakukannya.
Niat Puasa Bayar Utang Ramadan
Adapun, puasa bayar utang Ramadhan sama artinya dengan puasa qadha.
Amalan ini dikerjakan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan selama Ramadhan karena udzur atau urusan tertentu, seperti sakit, dalam perjalanan, atau haid.
Mengutip buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, pengamalan niat puasa bayar utang Ramadhan ialah pada malam hari hingga terbit fajar sebagaimana bunyi sabda Rasulullah SAW,
"Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR Ad-Daru Quthni dan Al- Baihaqi)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Jangan sampai lupa ya untuk membayar hutang Ramadan ya!
Baca juga: Amalan Nabi Muhammad yang Dikerjakan di Bulan Ramadhan
Baca juga: Doa dan Tata Cara Mandi Wajib Awal Ramadhan 1446 Hijriah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Jadwal-Imsakiyah-dan-Buka-Puasa-Kota-Jambi-hari-Minggu-17-Maret-2024-atau-6-Ramadhan-1445-Hijriah.jpg)