Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Profil dan Biodata Tokoh Jambi

Profil Mashuri, Bupati Bungo Jambi yang Dikritik Anak SD dan Janjinya Ditagih Warga

Berikut profil Mashuri, Bupati Bungo yang di kritik siswa Sekolah Dasar (SD) terkait jalan rusak di Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
BERI KETERANGAN - Bupati Bungo, Mashuri dalam beberapa kesempatan memberikan keterangan kepada awak media. Belum lama ini dia dikritik anak SD terkait jalan rusak di Tanah Sepenggal. Berikut profilnya. (SS Instagram @info_jambi/Metro Jambi). 

profil Mahuri, Bupati Bungo.

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut profil Mashuri, Bupati Bungo yang di kritik siswa Sekolah Dasar (SD) terkait jalan rusak di Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo.

Kritikan yang disampaikan Anak SD itu dalam video yang diunggah di sosial media Instagram.

Warga setempat juga menagih janji sang bupati untuk mensejahterakan masyarakat.

Dalam video tersebut tampak beberapa anak terpaksa melepas sepatu saat melintasi jalan rusak tersebut.

Terkait kritikan tersebut, orang nomor satu di tingkat kabupaten dalam Provinsi Jambi itu belum memberikan respon.

Jajaran Pemkab Bungo melalui Dinas Kominfo seakan menghindar untuk memberikan tanggapan terhadap kritikan Anak SD tersebut.

Lalu seperti apa profil dari Mashuri tersebut?

Dia bernama lengkap H Mashuri SP ME merupakan kelahiran 9 Oktober 1972 di Rantau Ikil.

Saat ini dia menjabat sebagai Bupati Bungo untuk periode yang kedua, sejak 2016–2021 dan 2021–2024.

Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Bungo periode 2011–2016 mendampingi Sudirman Zaini.

Mashuri saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi.

Baca juga: Respon Bupati dan Pemkab Bungo Usai Jalan Rusak Parah di Tanah Sepenggal Dikritik Anak SD

Baca juga: Profil 4 Polisi di Polres Jaksel yang Terjerat Pemerasan, Deretan Kasus yang Ditangani AKBP Bintoro

Ia sebelumnya pernah menjadi PNS dari 1998 sampai 2010 dengan jabatan terakhir sebagai Kabag Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo.

Sebelumnya dia tercatat sebagai kader PAN. Sejak 2021 dia bergabung dengan Partai Demokrat.

Mashuri menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Pasca Sarjana, Strata 2 Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Jambi dan memperoleh gelar ME pada 2007.

Dia menyelesaikan pendidikan dasar di kampung halamannya di Rantau Ikil. Lulus dari SDN Rantau Ikil tahun 1985, dan lulus dari SMPN Rantau Ikil tahun 1988. 

Dia melanjutkan pendidikan SLTA di SMAN 1 Muara Bungo dan lulus pada 1991.

Mashuri kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Pertanian Universitas Jambi dan lulus pada 1996. 

H Mashuri menikahi Hj Verawaty, SPd, MPd dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Muhammad Nazhim dan Muhammad Rafa.

Sebelum menduduki kursi Bupati sejak 2016 lalu, Mashuri pernah menjadi PNS pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bungo Tebo pada1998.

Dia pun pernah menjabat sebagai Kasubsi Ekonomi dan Perumusan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bungo Tebo pada 1999-2001.

Kasubbid Evaluasi dan Pengendalian pada Bappeda Kabupaten Bungo pada 2001-2004, dan Kasubbag Pengendalian Program pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo pada 2004-2006.

Baca juga: Jakarta Siaga Banjir, Ini Daftar Lengkap 26 RT dan 20 Ruas Jalan Tergenang Air 

Mashuri juga pernah menjabat sebagai Kasubbag Penyusunan Program pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo pada 2006-2008.

Kabid Pengelolaan Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset Kabupaten Bungo pada 2008-2009.

Kabag Perlengkapan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo 2009-2010.

Mashuri kemudian terjun ke dunia politik dan duduk sebagai Wakil Bupati Bungo periode 2011-2016 mendampingi Sudirman Zaini.

Pada 14 Juni 2016, dia dilantik Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli, STP, MA sebagai Bupati Bungo bersama Wakil Bupati, H Safrudin Dwi Apriyanto, SPd.

Inilah Sosok H Mashuri, Bupati Bungo, yang Memulai Karir dari Pegawai Negeri Sipil 

Dikritik Anak SD

sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Tanah Sepenggal, Kabuten Bungo menyampaikan kritik kepada Pemerintah Kabuten Bungo, khususnya ke Bupati Bungo, Mashuri.

Kritik yang disampaikan anak-anak tersebut agar sang bupati melihat kondisi jalan rusak yang cukup parah itu. 

Jalan yang berlumpur ketika hujan tersebut merupakan lalu lintas mereka setiap hari ketika ke sekolah.

Bahkan kata mereka agar Bupati Bungo merasa iba dengan kondisi jalan tersebut. 

Kondisi itu membuat mereka harus melepas sepatu mereka saat berangkat ke sekolah.

Adapun kritik tersebut disampaikan dalam @infojambi_. 

Tampak dalam video tersebut kondisi jalan yang beralaskan tanah dan berlumpur.

Keterangan dalam postingan itu disebutkan bahwa jalan tersebut dilalui anak-anak baik pergi dan pulang sekolah. 

Jika kondisi cuaca hujan, maka jalan tersebut akan langsung berlumpur dan bahkan tak bisa dilalui.

Perbaikan jalan rusak tersebut sudah puluhan tahun dinantikan warga untuk segera diperbaiki. 
Warga sekitar mengharapkan agar Pemkab Bungo segera memperbaiki jalan tersebut.

Baca juga: Profil Freddy Numberi, Komisaris PT Intan Agung Makmur Punya Ratusan SHGB Pagar Laut Tangerang

Mereka tidak meminta untuk langsung di aspal, namun paling tidak mendapatkan perbaikan. 
"Miris! Begini kondisi jalan yang dilewati oleh anak2 Tanah Sepenggal Bungo setiap pergi/pulang sekolah. Jika kering masih aman dilewati, namun jika hujan kondisi jalan ini cukup parah untuk dilewati."

Jalan di Tanah Sepenggal sudah puluhan tahun dinanti oleh warga sekitar untuk perbaikan. 

“jika tidak ada dana untuk aspal, setidaknya diperbaiki saja” begitu kata warga."

"Halo minra @gerindra," bunyi keterangan postinag video tersebut, Minggu (26/1).

Sementara anak dalam video tersebut menyampaikan agar Bupati Bungo melihat kondisi jalan mereka. 

Bahkan Bupati Bungo diminta agar iba melihat kondisi jalan rusak yang tiap hari dilalui mereka. 
"Lihat lah kami Bupati Bungo, aspal jalan kami, ibo liat kami," ucap anak dalam video tersebut.

Postingan tersebut mendapatkan berbagai respon dari warganet. 

Ada yang menyebutkan kondisi jalan rusak tidak hanya terjadi di dusun (desa) saja. 

Kondisi serupa terjadi juga di jalan lintas dalam Kabupaten Bungo.

Respon Bupati Bungo dan Pemkab Bungo

Pemerintah Kabupaten Bungo terkesan engan memberikan tanggapan terkait kritikan yang disampaikan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Tanah Sepenggal

Kritik kepada Pemkab Bungo, khususnya ke Bupati Bungo terkait jalan rusak parah.

Bupati Bungo, Mashuri tidak menjawab pesan tribun ketika diminta tanggapannya.

Dalam pesan yang dikirim Tribun, menunjukkan centang dua, namun tidak dibaca Bupati Mashuri

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Bungo juga terkesan enggan memberikan tanggapan soal jalan tersebut. 

"Maaf pergi acara di dusun," singat Kadis ketika dihubungi, Senin (27/1).

Ketika diminta tanggapan sedikit, pesan WhatsApp Tribun hanya dibaca saja. Hal ini tentunya menjadi pertayataan publik. 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Satu Lagi Rencana Rohmad Gagal Usai Mutilasi Uswatun, Keburu Ditangkap: Terbiasa Bungkus Barang

Baca juga: Daftar 6 Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang Berdarah Tionghoa

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 6 Halaman 129, Pengiriman Barang

Baca juga: 1000+ Akun Sultan Free Fire 2025 Full Diamond +999999, Lengkap Akun dengan Kata Sandi Masih Aktif

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved