Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 122, Alasan Pergantian Musim

Simak pembahasan kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk siswa kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 122.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Tribun Bali/Rizal Fanany
kegiatan belajar mengajar 2 

TRIBUNJAMBI.COM - Simak pembahasan kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk siswa kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka.

Berikut kunci jawaban IPAS kelas 6 SD yang akan dibahas yaitu 5 soal esai bagian Mari Refleksikan BAB 5 Menjelajahi Bumi dan Antariksa halaman 122.

Dilansir dari YouTube Layar Edukasi, berikut ini adalah kunci jawaban IPSA Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka bagian Mari Refleksikan BAB 5 halaman 122.:

2. Mengapa ada pergantian musim di Bumi?

Jawaban

Pergantian musim di Bumi terjadi karena kombinasi dari kemiringan sumbu rotasi Bumi dan pergerakannya mengelilingi Matahari. Penjelasan lebih detailnya melibatkan beberapa faktor utama yang saling berhubungan:

1. Kemiringan Sumbu Bumi (Axial Tilt)
Bumi berotasi pada sumbu yang miring sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Kemiringan ini menyebabkan perbedaan intensitas dan durasi penyinaran Matahari di berbagai belahan Bumi sepanjang tahun. Ketika satu belahan Bumi miring mendekati Matahari, belahan tersebut menerima lebih banyak sinar Matahari, sementara belahan lainnya mendapatkan lebih sedikit cahaya.

2. Revolusi Bumi Mengelilingi Matahari
Bumi membutuhkan waktu sekitar 365,25 hari untuk mengelilingi Matahari sekali. Selama pergerakan ini, posisi Bumi terhadap Matahari berubah, menyebabkan variasi dalam jumlah energi matahari yang diterima di masing-masing belahan. Perubahan ini menciptakan pergantian musim.

3. Pembagian Musim Berdasarkan Posisi Bumi
Saat Kutub Utara Miring ke Matahari (Sekitar Juni–Agustus): Belahan Bumi utara mengalami musim panas karena menerima sinar Matahari lebih langsung dan lebih lama, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim dingin.
Saat Kutub Selatan Miring ke Matahari (Sekitar Desember–Februari): Belahan Bumi selatan mendapatkan lebih banyak cahaya Matahari dan mengalami musim panas, sedangkan belahan Bumi utara mengalami musim dingin.
Saat Posisi Bumi Tegak Lurus terhadap Matahari (Sekitar Maret dan September): Terjadi ekuinoks, di mana siang dan malam memiliki durasi yang hampir sama di seluruh dunia. Ini menandai pergantian dari musim panas ke gugur atau dari musim dingin ke semi.
4. Variasi Intensitas Cahaya Matahari
Karena kemiringan sumbu Bumi, cahaya Matahari jatuh dengan sudut yang berbeda-beda. Pada musim panas, cahaya Matahari jatuh lebih tegak lurus, menyebabkan suhu lebih hangat. Sebaliknya, pada musim dingin, cahaya Matahari menyebar dan datang dari sudut rendah, sehingga lebih sedikit energi yang diterima dan suhu menjadi lebih dingin.

5. Durasi Siang dan Malam
Perubahan musim juga ditandai oleh perbedaan panjang siang dan malam. Saat musim panas, siang lebih panjang karena Matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih lambat. Sebaliknya, di musim dingin, malam lebih panjang karena Matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat.

6. Perbedaan Musim di Daerah Tropis dan Kutub
Daerah Tropis (Khatulistiwa): Di wilayah ini, perubahan musim tidak terlalu terasa karena sinar Matahari hampir selalu tegak lurus sepanjang tahun. Musim lebih didasarkan pada curah hujan, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Daerah Kutub: Di daerah kutub, musim lebih ekstrem. Pada musim panas, Matahari tidak terbenam selama berbulan-bulan (fenomena midnight sun), sedangkan pada musim dingin, Matahari tidak terbit sama sekali (polar night).
7. Pengaruh Orbit Bumi yang Elips
Meskipun pengaruhnya lebih kecil, bentuk orbit Bumi yang sedikit elips menyebabkan jarak antara Bumi dan Matahari bervariasi sepanjang tahun. Saat Bumi berada di titik terdekat dengan Matahari (perihelion) sekitar awal Januari, dan di titik terjauh (aphelion) sekitar awal Juli. Namun, faktor ini tidak terlalu memengaruhi pergantian musim dibandingkan kemiringan sumbu Bumi.

Kesimpulan
Pergantian musim di Bumi terjadi karena kemiringan sumbu Bumi dan pergerakannya mengelilingi Matahari. Kombinasi kedua faktor ini menyebabkan variasi intensitas dan durasi penyinaran Matahari di berbagai belahan Bumi sepanjang tahun. Inilah yang menciptakan musim panas, gugur, dingin, dan semi di wilayah beriklim sedang. Di daerah tropis, musim lebih ditentukan oleh curah hujan, sedangkan di daerah kutub, perbedaan musim sangat ekstrem.

Disclaimer

1. Pembahasan di atas hanya sebagai referensi belajar.

2. Soal di atas merupakan pertanyaan terbuka. Artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku di atas.

3. Artikel ini tidak mutlak menjamin kebenaran jawaban. Siswa dapat mengembangkan jawaban yang lebih baik.

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 122, Pergantian Musim

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved