Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 159, Genotipe XhX

Berikut adalah kunci jawaban mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 9 SMP halaman 159.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Pixabay/asianone.com
Kegiatan belajar mengajar 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut adalah kunci jawaban mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 9 SMP halaman 159.

Di halaman 159, siswa diminta untuk menjawab soal Uji Kompetensi bagian B.

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 159

B. Jawablah dengan benar pertanyaan berikut!

JAWABAN

2.Seorang perempuan dengan genotipe XhX pembawa sifat hemofili, menikah dengan seorang laki-laki hemofili dengan genotipe XhY. Tentukan jumlah anak yang hidup dan anak yang mati!

Analisis Genotipe dan Fenotipe

Perempuan dengan genotipe XhX adalah pembawa sifat hemofilia. Ini berarti dia memiliki satu alel normal (X) dan satu alel hemofilia (Xh). Laki-laki dengan genotipe XhY menderita hemofilia karena hanya memiliki satu kromosom X yang membawa alel hemofilia.

Kemungkinan Genotipe Anak

Untuk menentukan kemungkinan genotipe anak-anak mereka, kita dapat membuat diagram Punnett Square:

 
Xh
Y
Xh
XhXh
XhY
X
XhX
XY
Export to Sheets


Dari diagram di atas, kita dapat melihat bahwa ada empat kemungkinan kombinasi genotipe anak:

XhXh: Perempuan penderita hemofilia (kemungkinan 25 persen)
XhY: Laki-laki penderita hemofilia (kemungkinan 25 % )
XhX: Perempuan pembawa sifat hemofilia (kemungkinan 25 % )
XY: Laki-laki normal (kemungkinan 25 % )
Jumlah Anak yang Hidup dan Mati

Penting untuk diingat: Pertanyaan tentang "jumlah anak yang hidup dan mati" dalam konteks genetika ini agak kompleks dan tidak dapat dijawab secara pasti tanpa data medis yang lebih lengkap. Kematian akibat hemofilia biasanya terjadi karena perdarahan yang tidak terkontrol, terutama pada luka serius atau prosedur medis.

Namun, secara umum, kita dapat membuat beberapa asumsi:

Anak perempuan dengan genotipe XhXh (penderita hemofilia): Kemungkinan hidup lebih rendah dibandingkan dengan anak laki-laki atau perempuan dengan genotipe lain, terutama jika tidak mendapatkan perawatan medis yang tepat. Perdarahan internal atau eksternal yang parah dapat mengancam jiwa.
Anak laki-laki dan perempuan dengan genotipe lain: Kemungkinan hidup lebih tinggi, terutama jika mendapatkan perawatan medis yang baik. Namun, pembawa sifat hemofilia (XhX) tetap berisiko mengalami perdarahan yang lebih parah dibandingkan dengan individu normal.
Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa:

Kemungkinan: Pasangan ini memiliki peluang 25 % untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan penderita hemofilia, 25 % untuk memiliki anak perempuan pembawa sifat, dan 25 % untuk memiliki anak laki-laki normal.
Kelangsungan hidup: Kemungkinan hidup anak-anak mereka sangat tergantung pada jenis kelamin, genotipe, dan kualitas perawatan medis yang mereka terima. Anak-anak penderita hemofilia memiliki risiko kematian yang lebih tinggi jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Penting untuk diingat: Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat menggantikan konsultasi dengan ahli genetika atau dokter. Setiap kasus hemofilia bersifat unik dan memerlukan evaluasi medis yang komprehensif.

Disclaimer

1. Pembahasan di atas hanya sebagai referensi belajar.

2. Soal di atas merupakan pertanyaan terbuka. Artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku di atas.

3. Artikel ini tidak mutlak menjamin kebenaran jawaban. Siswa dapat mengembangkan jawaban yang lebih baik.

Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 159, Genotipe BB

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved