Berita Kerinci

Ingin Rayakan Tahun Baru 2025 di Gunung Kerinci? Perhatikan Imbauan Ini Sebelum Mendaki

Libur akhir tahun sering menjadi waktu untuk melakukan hobi, terutama jika Anda menyukai wisata alam, seperti mendaki.

Penulis: Herupitra | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Herupitra
Potret dari puncak Gunung Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Libur akhir tahun sering menjadi waktu untuk melakukan hobi, terutama jika Anda menyukai wisata alam, seperti mendaki.

Gunung Kerinci menjadi satu di antara primadona yang ada di Provinsi Jambi dan kerap ramai ketika pergantian tahun.

Banyak pendaki akan mengambil momen merayakan tahun baru di puncak gunung.

Namun untuk tahun ini, Anda perlu memperhatikan beberapa imbauan.

Hal itu mengingat peningkatan aktivitas pada gunung api tertinggi di Asia Tenggara ini.

Tribunjambi.com melakukan wawancara ke pihak terkait mengenai aktivitas pendakian di Gunung Kerinci pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

Pihak Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mengimbau para pendaki untuk mematuhi peraturan yang ada.

TNKS meminta para pendaki untuk mematuhi larangan mendekati larangan mendekati radius 3 kilometer (km) dari kawah gunung.

Hal itu mengingat beberapa waktu terakhir ini, aktivitas kegempaan Gunung Kerinci mengalami peningkatan.

Bahkan, belum lama ini, aktivitas kegempaan Gunung Api Kerinci mengalami peningkatan sebanyak lebih dari 1.884 kali.

Selain itu, dengan kondisi saat ini, Gunung Kerinci berpotensi erupsi secara tiba-tiba, berdasarkan analisis dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

 

Potret Gunung Kerinci pada Ahad (22/12/2024)
Potret Gunung Kerinci pada Ahad (22/12/2024) (Tribunjambi.com/Herupitra)

 

Di Mana Batas Pendakian Gunung Kerinci?

Secara umum, untuk mencapai puncak gunung setinggi 3.805 meter ini, ada dua jalur yang bisa dilalui para pendaki.

Menuju puncak Gunung Api Kerinci bisa melalui jalur pendakian R10 maupun Solok Selatan.

Pendakian Gunung Kerinci tahun ini dibatasi pada radius 3 kilometer dari kawah, lalu di mana batasan pendakiannya.

Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci BBTNKS, David menjelaskan, sejauh ini untuk jalur pendakian Gunung Api Kerinci baik dari jalur pendakian R10 maupun Solok Selatan masih di buka untuk umum.

Namun, sebagaimana dijelaskan di atas, pembatasan aktivitas pendakian dibatasi dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah Gunung Api Kerinci, sesuai dengan rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM.

"Untuk pengunjung Gunung Api Kerinci, untuk menjaga jarak aman yakni tidak di dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah Gunung Api Kerinci," ujarnya.

Untuk jalur pendakian dari pos R10 Kayu Aro pendakian hanya dapat dilakukan sampai dengan shelter 2.

Adapun dari jalur pos camping ground Bukit Bontak Solak Selatan, pendakian hanya dapat dilakukan sampai camp Tapir.

David menjelaskan, untuk jumlah pendaki Gunung Api Kerinci mendekati pergantian tahun baru ini mencapai 50 hingga 60 orang perhari, namun jumlah pendaki diprediksi akan mengalami peningkatan pada saat mendekati akhir tahun

"Jumlah pendaki akan mengalami peningkatan mendekati pergantian tahun," ungkapnya.

Dikatakan David, petugas BBTNKS juga menginformasikan kepada pendaki maupun masyarakat, untuk memperhatikan himbauan petugas, agar tidak berada di dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah Gunung Api Kerinci, guna menjaga keselamatan diri.

"Petugas kami juga memasang rambu-rambu maupun spanduk, terkait status Gunung Api Kerinci dan menghindari radius dalam 3 kilometer, jika ada pengunjung yang nekat berada di dalam radius 3 kilomter, maka yang bersangkutan akan di blacklist atau di larang untuk melakukan pendakian kembali," tutupnya. (Tribunjambi.com/Herupitra)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved