Berita Kerinci

Berikut Penjelasan Peningkatan Gempa Gunung Kerinci Jambi, Vulkanik hingga Tektonik Terjadi

Aktivitas Gunung Kerinci meningkat dan berada pada Level II atau Waspada. Terjadi gempa hingga 1.884 kali

Penulis: Herupitra | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Herupitra
Potret Gunung Kerinci pada Ahad (22/12/2024). Gunung api tertinggi di Sumatra ini mengalami peningkatan aktivitas gempa dalam beberapa waktu terakhir. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Aktivitas Gunung Kerinci meningkat dan berada pada Level II atau Waspada.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas di sekitar gunung api tertinggi di Sumatra itu dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak guna menghindari potensi bahaya.  

Keterangan pers dari PVMBG Kerinci yang diterima Tribunjambi.com menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan visual selama Desember menunjukkan asap kawah yang didominasi uap air dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 50-150 meter.

"Meski belum teramati adanya material abu atau batuan, peningkatan kegempaan mulai terjadi pada 21 Desember dini hari dengan tercatat 11 gempa vulkanik dalam dalam waktu dua jam," demikian keterangan berdasarkan data dari Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid.

Dia menjelaskan, potensi bahaya saat ini mencakup gas vulkanik berkonsentrasi tinggi dan lontaran batuan jika terjadi erupsi tiba-tiba. 

"Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mematuhi rekomendasi resmi dari Badan Geologi dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak bertanggung jawab," ucapnya. 

Badan Geologi bekerja sama dengan BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Kerinci

Informasi terkini dapat diakses melalui platform resmi seperti Magma Indonesia, PVMBG, atau pos pengamatan setempat. Koordinasi dan pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan kesiapan mitigasi guna melindungi keselamatan masyarakat.

 

Kondisi Terkini Gunung Kerinci

Hasil pengamatan visual periode 1 hingga 20 Desember 2024, Gunung Kerinci terlihat jelas hingga tertutup kabut. 

Saat cuaca cerah, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-150 meter dari puncak. 

Dari warna hembusan gas menunjukkan dominan uap air, tidak ada material batuan/abu yang terbawa ke permukaan.

Rekaman kegempaan selama periode yang sama didominasi oleh Gempa Hembusan. 

Jumlah dan jenis gempa yang terekam terdiri dari: 1884 kali gempa Hembusan, 7 kali gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali gempa Vulkanik Dalam, dan 14 kali gempa Tektonik Jauh.

Pada 21 Desember 2024, mulai pukul 03.50 WIB terjadi peningkatan kegempaan, khususnya Gempa Vulkanik Dalam (VA), hingga pukul 05.00 WIB terekam sebanyak 11 kejadian dengan amplitudo maksimum 25 mm dengan durasi 5-25 detik. 

Pengamatan visual pada 21 Desember 2024 ke arah puncak/kawah Gunung Kerinci tertutup kabut. 

Grafik RSAM, yang mencerminkan energi gempa, fluktuatif dan pola sedikit naik pada akhir periode pengamatan. 

"Tingkat aktivitas Gunumg Kerinci saat ini adalah Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3 km dari kawah puncak G. Kerinci," tulisnya. 

Potensi bahaya Gunung Kerinci saat ini berupa gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi tiba tiba, tanpa didahului oleh gejala kenaikan aktivitas yang jelas.

Sehubungan dengan peningkatan kegempaan Gunung Kerinci, masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Kerinci, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya. 

Informasi mengenai aktivitas gunung api, gempabumi, dan gerakan tanah di Indonesia terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id), website PVMBG (https://www.vsi.esdm.go.id), website Badan Geologi (https://geologi.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg_).

Informasi aktivitas G. Kerinci dan koordinasi oleh Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten dapat juga diperoleh/dilaksanakan melalui Pos Pengamatan G. Kerinci di Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. (Tribunjambi.com/Herupitra)

 

Baca juga: Gunung Kerinci Alami Gempa 1.884 Kali, Aktivitas Meningkat, Situasi Waspada

Baca juga: Gunung Kerinci di Jambi Alami Peningkatan Aktivitas Gempa, Berpotensi Erupsi Tiba-tiba

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved