Brighton and Hove Albion
Brighton Kena Denda dan Larangan Bermain usai Langgar Peraturan Pengembangan Pemain Muda
Brighton & Hove Albion telah dijatuhi denda dan larangan bermain setelah mengakui bahwa mereka telah melanggar Peraturan Pengembangan Pemain Muda Liga
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
TRIBUNJAMBI.COM - Brighton & Hove Albion telah dijatuhi denda dan larangan bermain setelah mengakui bahwa mereka telah melanggar Peraturan Pengembangan Pemain Muda Liga Primer.
Namun, Seagulls juga dipuji atas "pendekatan proaktif dan kolaboratif" setelah mengungkapkan pelanggaran tersebut, yang mengakibatkan "sanksi tersebut diringankan secara signifikan."
Akibatnya, Brighton akan membayar denda sebesar £20.000, dan biaya hukum liga, dan juga dijatuhi larangan bermain selama enam bulan, yang ditangguhkan selama satu tahun, dari mendaftarkan pemain akademi mana pun yang saat ini atau sebelumnya terdaftar di klub lain.
Brighton telah membangun reputasi dalam mengembangkan pemain muda dan memberi mereka kesempatan bermain di tim utama, serta menemukan permata tersembunyi berkat jaringan kepanduan mereka yang berperingkat tinggi.
Liga Primer telah mengonfirmasi bahwa larangan pendaftaran yang ditangguhkan tersebut dimulai pada tanggal 28 November.
Larangan tersebut secara khusus menargetkan pemain akademi yang terdaftar di klub Liga Primer atau EFL mana pun selama 18 bulan terakhir di level U-9 hingga U-18.
Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Liga Primer mengindikasikan bahwa Brighton melaporkan sendiri pelanggaran tersebut setelah awalnya yakin bahwa mereka mematuhi peraturan.
Baca juga: Real Madrid Harus Akui Kekalahan, Pesimis Dapatkan Alphonso Davies dari Bayern Munchen
Baca juga: Statistik Astana vs Chelsea, Pemain Muda The Blues Mendominasi di Liga Konferensi
Keputusan Brighton untuk melakukan investigasi internal dan bekerja sama sepenuhnya dengan Liga Primer menjadi faktor dalam hukuman yang dijatuhkan.
"Liga berterima kasih atas pendekatan proaktif dan kolaboratif yang diadopsi oleh klub, yang telah menghasilkan mitigasi signifikan yang diterapkan pada sanksi tersebut," demikian pernyataan Liga Primer yang dirilis di situs web resmi mereka.
"Setelah mengetahui keadaan selengkapnya, klub mengungkapkan pelanggaran tersebut kepada Liga, melakukan investigasi internal, dan bertindak secara transparan dan kooperatif di setiap titik."
Brighton saat ini berada di posisi ketujuh klasemen Liga Primer setelah mengawali musim dengan sangat baik di bawah asuhan pelatih berusia 31 tahun Fabian Hurzeler.
Dia telah membawa The Seagulls meraih enam kemenangan dan enam hasil imbang dalam 15 pertandingan pembukaan liga.
Chelsea hingga Arsenal Minat, Evan Ferguson Siap Dilepas, Brighton Minta Harga Rp1,65 T |
![]() |
---|
Pelatih Brighton usai Kalahkan Manchester City: Tetap Membumi |
![]() |
---|
Georginio Rutter Gabung Brighton & Hove Albion, Ucap Selamat Tinggal pada Leeds |
![]() |
---|
Brighton Tolak Tawaran Napoli untuk Billy Gilmour |
![]() |
---|
Pelatih Baru Brighton Berusia 31 Tahun, Fabian Hurzeler Lebih Muda dari 6 Pemain |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.