Debat Pilbup Bungo Ricuh

Debat Kedua Cabup Bungo Berakhir Ricuh, Bawaslu Sebut Ketidakpatuhan Pendukung Sebagai Pemicu

Penyebab kerusuhan yang terjadi saat debat pilbup Bungo kedua diungkap oleh Bawaslu Kabupaten Bungo

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Rohmayana
ist
Viral Debat Pilkada di Bungo Jambi Ricuh, Beberapa Orang Terluka karena Dilempar Batu 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bungo, Ahmadi, mengungkapkan bahwa kerusuhan antar pendukung calon bupati (Cabup) yang terjadi saat debat kandidat terakhir disebabkan oleh pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

 Ahmadi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Liaison Officer (LO) kedua pasangan calon, sehari sebelum acara berlangsung untuk mengantisipasi potensi kericuhan.

Dalam rapat tersebut, telah disepakati pembatasan jumlah pendukung yang boleh hadir di lokasi debat. Selain itu, akses jalan menuju lokasi acara juga ditutup selama debat berlangsung untuk mencegah kerusuhan.

 Namun, aturan tersebut dilanggar, yang akhirnya menyebabkan terjadinya kerusuhan di jalan menuju lokasi debat.

"Awalnya tidak ada masalah. Kedua kelompok pendukung hanya saling meneriakkan yel-yel masing-masing. Kerusuhan baru terjadi di akhir debat," ujar Ahmadi, yang dikonfirmasi pada Minggu (17/11/2024).

Ahmadi menambahkan, berdasarkan pengawasan yang dilakukan Bawaslu Bungo, kerusuhan ini disebabkan oleh ketidakpatuhan pendukung kedua pasangan calon terhadap kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya.

Lokasi kerusuhan terjadi sekitar setengah kilometer dari Semagi Hotel, tempat debat kandidat berlangsung.

Baca juga: Debat Kedua Pilbup Bungo Ricuh, Tim Paslon Bupati Saling Lempar Batu, 3 Korban Terluka

Baca juga: Viral Debat Pilkada di Bungo Jambi Ricuh, Beberapa Orang Terluka karena Dilempar Batu

Meski Bawaslu dan Kapolres Bungo telah melakukan patroli sebelum debat dimulai untuk mengingatkan para pendukung agar tetap menjaga kedamaian, kerusuhan tetap terjadi di penghujung acara. Insiden ini melibatkan aksi saling lempar benda keras antara pendukung masing-masing calon, yang mengakibatkan beberapa orang terluka.

Ahmadi mengungkapkan bahwa kejadian ini akan menjadi perhatian serius bagi Bawaslu, sementara persoalan terkait korban luka akibat insiden tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian.

"Masalah korban yang terluka sudah menjadi ranah kepolisian. Kami di Bawaslu akan mencatat kejadian ini sebagai bagian dari pengawasan kami," tegasnya. 

Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved