Debat Pilwako Jambi

Debat Pilwako Jambi, Maulana-Diza Usung 'Kampung Bahagia' untuk Kelola Sampah di Kota Jambi

Pasangan calon nomor urut 01, Maulana-Diza, mengemukakan rencana kebijakan mereka dalam mengatasi permasalahan sampah Kota Jambi pada sesi debat kedu

Istimewa
Debat publik ketiga Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwako) Jambi di Ratu Convention Center, Rabu (13/11/2024). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pasangan calon nomor urut 01, Maulana-Diza, mengemukakan rencana kebijakan mereka dalam mengatasi permasalahan sampah Kota Jambi pada sesi debat kedua Pilwako Jambi 2024.

Menanggapi pertanyaan panelis, Maulana menyampaikan bahwa produksi sampah Kota Jambi yang saat ini mencapai sekitar 430 ton per hari perlu ditangani secara holistik agar masalah sampah bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Maulana menjelaskan bahwa program andalan mereka, "Kampung Bahagia," bertujuan mengelola sampah di tingkat RT secara merata.

Program ini meliputi tata kelola sampah yang efektif dengan membentuk Bank Sampah serta TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap RT, sehingga sampah organik dan anorganik bisa dipilah sejak sumbernya.

"Melalui program ini, kami akan memastikan pengelolaan sampah di tingkat RT terlaksana merata dan memiliki nilai ekonomi," ujar Maulana.

Beberapa langkah strategis dalam program "Kampung Bahagia" meliputi:

Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi di RT: Pembentukan Bank Sampah di tiap RT untuk mengumpulkan sampah bernilai ekonomi, seperti plastik yang bisa diolah menjadi biji plastik. Nantinya, Bank Sampah ini akan didukung gerobak motor dan dana operasional agar pengelolaan sampah berjalan maksimal.

Pengembangan Bank Sampah Kota: Mendirikan Bank Sampah Kota sebagai pusat transfer sampah dari Bank Sampah di tingkat RT, yang diharapkan mampu menampung lebih banyak sampah bernilai ekonomi dan mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif.

Pengolahan Sampah di TPA Talang Pulo: Mengubah sampah di TPA menjadi briket atau biji plastik bekerja sama dengan pihak ketiga, yang hasilnya dapat digunakan untuk mengurangi beban biaya pengangkutan sampah, yang mencapai sekitar 32 miliar rupiah per tahun.

Inovasi Bank Sampah Menjadi Investasi: Meluncurkan program "Sampah Jadi Emas," bekerja sama dengan Pegadaian, agar masyarakat termotivasi untuk menjadi nasabah Bank Sampah.

Baca juga: Jawab Pertanyaan Panelis, HAR-Guntur Usung Program Perbaikan Pelayanan Kesehatan Kota Jambi

Baca juga: Debat Ketiga Pilwako Jambi, Visi Misi HAR-Guntur: Kota Jambi yang Harmonis dan Sejahtera

Baca juga: Visi Misi Maulana-Diza, Jambi sebagai Kota Perdagangan, Jasa, dan Layanan Publik yang Inklusif

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved