AS Roma

Wakil Kapten AS Roma Tegaskan Kepercayaan Diri Tim terhadap Ivan Juric Tertekan

Wakil kapten AS Roma Gianluca Mancini menegaskan kembali kesetiaan skuad kepada manajer yang sedang dikritik Ivan Juric di tengah performa buruk.

Penulis: Zulkipli | Editor: Zulkipli
Instagram
Ivan Juric di laga AS Roma vs Torino di Serie A Italia pada Jumat (1/11/2024) dini hari. 

TRIBUNJAMBI.COM - Wakil kapten AS Roma Gianluca Mancini menegaskan kembali kesetiaan skuad kepada manajer yang sedang dikritik Ivan Juric di tengah performa buruk.

Pemain berusia 28 tahun itu berbicara kepada media setelah pertandingan pembukanya melawan Royale Union Saint-Gilloise hanya menghasilkan satu poin pada Kamis malam.

Meskipun sempat memimpin di pertengahan babak kedua, Roma justru tumbang 1-1 di Belgia, sehingga mengalami kemunduran lagi di awal Liga Europa UEFA. 

Dengan hanya satu kemenangan dari empat pertandingan, harapan mereka untuk mengamankan kualifikasi otomatis babak gugur pun sirna.

Situasinya tidak jauh lebih baik di Serie A.

Ivan Juric di AS Roma
Ivan Juric di AS Roma (Instagram/@officialasroma)

Terdampar di paruh bawah klasemen setelah kalah 3-2 di Hellas Verona akhir pekan lalu, Roma bisa saja menghadapi musim berikutnya tanpa finis di empat besar.

Baca juga: Bisa Jadi Ada Masalah Psikologis, Kata Ivan Juric soal Performa AS Roma

Kecuali Juric dapat membalikkan keadaan timnya dengan cepat dan entah bagaimana memangkas defisit delapan poin dari Fiorentina yang berada di posisi keempat, ia dapat segera mengikuti jejak pendahulunya, Daniele De Rossi. 

Memang, masa depan pemain Kroasia itu di Roma sedang dalam pengawasan ketat, meskipun Mancini menegaskan bahwa sang pemain mempercayai manajer mereka.

"Juric masih memegang kendali tim, tentu saja," kata bek berpengalaman itu, seperti dilansir Gianluca Di Marzio. 

"Kami mengikutinya. Kami mencoba melakukan apa yang dimintanya dan apa yang ia persiapkan dengan kemampuan terbaik kami." jelasnya.

Mancini juga menyinggung tentang perjuangan awal Mats Hummels di Roma.

Baca juga: Beda Nasib Tim Italia di Liga Europa: Lazio di Puncak, AS Roma dalam Bahaya

“Saya mengagumi Mats karena saya lebih muda darinya. 

"Saya melihatnya di bar bersama teman-teman saya selama final Liga Champions. 

"Saya spontan memanggilnya ‘sang profesor’ karena, hanya dengan melihatnya, Anda bisa tahu bahwa ia seorang juara.

“Ia menyatu dengan sangat baik dalam kelompok itu. Ia seorang pemimpin sejati. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved