Berita Viral
Viral Peternak Boyolali Buang Ratusan Ton Susu Sapi, Pimpinan DPR Minta Prioritaskan Peternak Lokal
Viral di media sosial video peternak susu di Kecamatan Musuk, Boyolali membuang susu hasil perah ke sungai.
Penulis: Rohmayana | Editor: Rohmayana
TRIBUNJAMBI.COM- Viral di media sosial video peternak susu di Kecamatan Musuk, Boyolali membuang susu hasil perah ke sungai.
Akibatnya, ratusan ton susu terpaksa dibuang di Kecamatan Musuk, Boyolali. Sebagian susu tersebut bahkan dibagikan kepada masyarakat di simpang lima Boyolali pada Jumat (8/11/2024).
Di Boyolali, terdapat delapan pengepul dan puluhan peloper yang mengelola distribusi susu.
Sugianto, seorang peloper susu di Kecamatan Musuk, mengatakan bahwa alasan penolakan dari IPS adalah perawatan mesin.
“Alasan itu sepertinya tidak masuk akal,” ungkap Sugianto.
“Yang terjadi sekarang adalah impor susu terus dibuka oleh Menteri Perdagangan. Kami berharap impor itu ditutup, dan kami siap menyuplai kebutuhan susu nasional meski mungkin belum sepenuhnya mencukupi," kata Sugianto.
Selama dua pekan terakhir, Sugianto telah menampung sekitar 33 ton susu dari peternak yang menjadi mitranya, berjumlah lebih dari 1.000 orang. Namun, karena ditolak IPS, ia terpaksa membuang susu tersebut.
“Saya sudah membuang 33 ton susu. Saya tetap menerima setoran susu dari peternak karena kasihan jika mereka tidak bisa menjual hasilnya,” jelasnya.
Baca juga: Viral Mantan Wakil Ketua DPRD Jambi Dipanggil Terkait Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas dan Konsumsi
Baca juga: Viral Macet Berhari-hari di Tanjung Pauh Muaro Jambi karena Truk Batu Bara, Apa Solusi Pemerintah?
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons aksi viral yang memperlihatkan protes Bayu Aji Handayanto, seorang pengepul susu sapi asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Dalam video tersebut, Bayu tampak membuang susu sapi hasil panennya sebagai bentuk protes.
Saan meminta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada peternak lokal.
"Kita berharap para petani dan peternak lokal, khususnya peternak sapi perah, tetap menjadi prioritas pemerintah. Meski kebutuhan susu nasional juga membutuhkan impor karena produksi lokal belum mencukupi, perhatian khusus tetap harus diberikan kepada peternak lokal," kata Saan saat berbicara kepada wartawan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11/2024).
Ia menegaskan bahwa peternak lokal tidak boleh dibiarkan kalah bersaing dengan produsen susu impor.
Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah perlindungan untuk mendukung peternak lokal yang memproduksi susu.
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
| Bansos PKH dan Sembako Triwulan II Bulan April 2026, Begini Cara Cek via NIK dengan Mudah |
|
|---|
| Modus Korupsi Hibah Ketua DPRD Terungkap, Dana Ditarik Usai Diterima Warga |
|
|---|
| Nasib Etik Digigit Mantan Usai Tolak Balikan, Kasus Berujung ke Meja Hijau |
|
|---|
| Anggarkan Kursi Pijat Rp125 Juta, Gubernur Rudy Masud Curhat Nyetir Sendiri |
|
|---|
| Lowongan Kerja di Jambi Hari Ini Jumat 24 April 2026, Dibutuhkan Tamatan SMA hingga S1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Viral-Peternak-Boyolali-Buang-Ratusan-Ton-Susu-Sapi-Pimpinan-DPR-Minta-Prioritaskan-Peternak-Lokal.jpg)