3 Fakta Kasus Pembakaran Santri di Langkat: Korban Meninggal Dunia
Polisi telah mengamankan para terduga pelaku terkait pembakaran terhadap Adab Aulia Riski, seorang santri asal Aceh Tengah yang meninggal dunia.
TRIBUNJAMBI.COM - Polisi telah mengamankan para terduga pelaku terkait pembakaran terhadap Adab Aulia Riski, seorang santri asal Aceh Tengah yang meninggal dunia.
Peristiwa ini terjadi di Polres Langkat, Sumatera Utara, dan kini polisi melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menjelaskan bahwa dua hari sebelum kejadian, terduga pelaku berinisial FAZ (17) meminta salah seorang santri junior untuk membeli bahan bakar jenis Pertalite.
Baca juga: Viral Pria Maling Motor Siang Hari di Kota Bangko, Keluarkan Senjata Api saat Pemilik Minta Tolong
FAZ beralasan bahwa bahan bakar tersebut bukan untuk melakukan aksi pembakaran terhadap korban.
“Dua hari sebelum kejadian, FAZ meminta tolong kepada santri junior untuk membeli Pertalite. Namun ia beralasan bahwa bukan untuk membakar korban,” ujar Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo dikutip dari Tribun-Medan.com, Senin (14/10/2024).
Setelah mendapatkan Pertalite, FAZ menyimpannya hingga tiba waktu kejadian.
Saat korban tertidur di kamar masjid, pelaku mengambil karpet yang digunakan korban untuk tidur dan menyiramnya dengan Pertalite sebelum memasukkan karpet tersebut kembali ke kamar.
FAZ kemudian menyalakan api menggunakan korek gas, yang menyebabkan kebakaran hebat di dalam kamar.
Aksi Pelaku yang Terencana
Kapolres menegaskan bahwa aksi ini dapat dikategorikan sebagai tindakan yang sudah direncanakan.
Pelaku memanfaatkan waktu saat ia bertugas piket jaga malam untuk melancarkan aksinya.
“Bisa dibilang ini sudah direncanakan. Saat giliran piket jaga malam, pelaku melihat korban tertidur di kamar masjid,” jelas AKBP David.
“Dia kemudian mengambil karpet untuk tidur korban, menyiramnya dengan Pertalite, lalu memasukkannya ke dalam kamar korban dan menyalakan api menggunakan korek gas.”
Setelah api mulai menyala, FAZ berpura-pura memberi tahu santri lainnya dan meminta pertolongan seolah-olah ada kebakaran mendadak.
Ia bahkan memecahkan kaca dan mendobrak pintu untuk menunjukkan seolah-olah ia mencoba menyelamatkan korban.
Baca juga: 49 Calon Menteri yang Dipanggil Prabowo Tadi Malam ke Rumah Kertanegara
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.