Berita Jambi

Debit Air Sungai Batanghari Surut, Angkutan Sungai di Jambi Disetop 2 Bulan

Kondisi permukaan air Sungai Batanghari mengalami penyusutan dampak musim kemarau, juga mengakibatkan lumpuhnya transportasi jalur Sungai Batanghari.

|
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Ilustrasi angkutan sungai di Jambi. Karena debit air Sungai Batanghari surut, angkutan sungai di Jmabi disetop dua kali 

Angkutan sungai di Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kondisi permukaan air Sungai Batanghari mengalami penyusutan dampak musim kemarau, juga mengakibatkan lumpuhnya transportasi jalur Sungai Batanghari.

Tercatat sejak awal bulan Agustus hingga akhir September 2024 ini, kondisi tinggi muka air Sungai Batanghari mengalami penyusutan drastis dan berdampak lumpuhnya transportasi angkutan batubara lewat sungai. 

“Lebih kurang sudah dua bulan terakhir angkutan sungai (kapal,tongkang, KM) tidak dapat beroperasi karena rendahnya tinggi muka air (surut),” ujar Kepala Bidang Perhubungan Laut, SDP dan Udara Dishub Provinsi Jambi Bambang Budiharjo. 

Lanjutnya, terkait kondisi seperti ini (air sungai surut, red) berdasarkan prediksi BMKG akan masih berlangsung hingga pertengahan Bulan Oktober ini. 

“Mudah mudahan pertengahan bulan nanti curah hujan di kawasan hulu sudah intens terjadi. Sehingga volume air sungai dapat meningkat dan aktivitas angkutan sungai dapat kembali lancar,“ tuturnya.

Baca juga: Ditinggal Kerja, Rumah Warga Sarolangun Hangus Dilahap si Jago Merah

Baca juga: Santri di Sumatera Selatan Mengakhiri Hidup di Pasar, Keluarga Tolak Otopsi

“Ada kenaikan muka air sekitar 1.5 Meter aja, sudah bisa tongkang tongkang muatan itu melintas. Tapi memang tidak semuanya bisa melintas ukuran tertentu saja, “ lanjutnya. 

Menurutnya saat ini, rata ketinggian air sungai batanghari hanya berkisar 1 M jika bertambah 1.5 meter lagi artinya 2.5 Meter dan sudah cukup untuk dilintasi angkutan

Ditambah kondisi saat ini di beberapa wilayah aliran sungai batanghari masih terlihat permukaan sungai yang surut, sehingga terlihat gundukan pasir di beberapa wilayah (beting). (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

 

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ditinggal Kerja, Rumah Warga Sarolangun Hangus Dilahap si Jago Merah

Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 8 Halaman 71, Kandungan Karbon Monoksida

Baca juga: Memasuki Musim Penghujan, Debit Sungai Batang Tembesi di Sarolangun Masih Normal

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved