Berita Viral
Viral Petani Punya 10 Anak dengan Pekerjaan Mentereng, Ada yang Jadi TNI hingga Pelaut
Viral di TikTok kisah anak petani yang kini jadi orang sukses dengan pekerjaan mentereng. Tidak main-main, jumlah anak dari petani ini ada 10.
TRIBUNJAMBI.COM - Viral di TikTok kisah anak petani yang kini jadi orang sukses dengan pekerjaan mentereng.
Tidak main-main, jumlah anak dari petani ini ada 10, 5 perempuan dan 5 laki-laki.
Kisah itu dibagikan akun TikTok leonarorl_.
Baca juga: Viral Video 2 Polisi Dihajar 4 Orang, Kapolsek Bungkam Soal Pelaku Berbaju Hijau Loreng
"Inilah kami yang terlahir dari keluarga sederhana, orang tua kami hanyalah seorang petani yang memiliki 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki," tulis pengunggah membuka kisahnya.
Ia menceritakan bahwa dulu orangtuanya dikatain karena memiliki banyak anak.
Namun berkat doa dan usaha, semua anaknya kini telah meraih cita-citanya.
"Dulu orang tua kami sampai dikatain orang anaknya banyak sekali mau jadi apa nantinya? tapi tidak ada yang mustahil berkat usaha dan doa semua bisa berhasil," lanjutnya.
Walaupun begitu, banyak yang mengira pula bahwa orangtuanya memiliki banyak harta seperti tanah dan sawit.
Meski kenyataanya ekonomi mereka memang sangat sulit bahwak sampai makan ubi.
Baca juga: Viral 6 Siswa SD Tertabrak Mobil Saat Ikut Gerak Jalan HUT ke-79 RI, Sopir Langsung Ditangkap
"Banyak yang mengira orang tua kami memiliki tanah berhektar, petani sawit, dll tapi kenyataannya tidak seperti itu.
Orang tua kami hanyalah petani biasa bahkan dulu kami hanya makan ubi karena sistem ekonomi sangat krisis tapi karena dengan kerja keras beliau dengan banting tulang dalam menyekolahkan kami sehingga kami bisa berhasil," tulisnya.
Kakak pertama dianggap jadi pembuka jalan kesuksesan karena orangtuanya sangat bersusah payah menyekolahkannya.
Anak pertama jadi jembatan untuk adik-adiknya melanjutkan sekolah.
"Singkat cerita kenapa kami rata-rata berhasil karena itu diawali dari kakak pertama yang mana orang tua kami bersusah payah menyekolahkan anak pertama, dengan cara apa!
ngutang sana sini dibantu dengan hasil perkebunan setelah anak pertama sukses di situlah anak pertama jadi jembatan kami untuk adik-adiknya dalam melanjutkan sekolah begitulah seterusnya saling bantu membantu sampai kami berhasil," lanjutnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.