Pilwako Jambi 2024
Pekan Ini Golkar Akan Keluarkan SK Untuk Pilwako Jambi, Akankah Usung Budi Setiawan?
DPP Partai Golkar telah mengeluarkan 5 Surat Keputusan (SK) dukungan untuk calon kepala daerah di Provinsi Jambi.
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPP Partai Golkar telah mengeluarkan 5 Surat Keputusan (SK) dukungan untuk calon kepala daerah di Provinsi Jambi.
SK dukungan tersebut secara serentak diberikan oleh Ahmad Doli Kurnia di Markas Golkar, Senin (5/8/2024) lalu.
5 Pasangan calon kepala daerah yang mendapatkan SK yakni, Masnah Busro-Zulkifli I untuk Bupati Muaro Jambi, Fikar Azami-Asma Ismail untuk Wali Kota Sungai Penuh, Dilla Hich-Muslimin Tanja untuk Bupati Tanjabtim, dan Anwar Sadat-Katamso.
Artinya masih ada 6 daerah lagi yang belum mendapatkan SK dukungan dari Golkar se-provinsi Jambi termasuk Kota Jambi.
Seperti diketahui Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi cukup menarik untuk diikuti, dan sangat dinanti-nanti siapa yang akan diusung Golkar.
Kapan Golkar akan mengumumkan dukungannya untuk Pilwako Jambi 2024?.
Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Joni Ismed mengungkapkan bahwa untuk Kota Jambi SK nya akan dikeluarkan dalam waktu dekat.
"Mungkin dalam minggu ini insyaallah sudah ada keputusan," ucapnya, Selasa (6/8/2024).
Namun ia belum membocorkan siapa yang akan diusung, apakah akan jatuh ke tangan Ketua DPD Golkar Kota Jambi, Budi Setiawan?, atau justru lepas?.
Politisi Golkar yang turut serta dalam penyerahan SK dukungan kepada Cakada di Jakarta lalu, Yun Ilman bahwa saat ini Golkar tengah melakukan kajian siapa yang akan diusung di Pilkada termasuk Kota Jambi.
"Masih Proses kajian khusus tentang Pilkada Partai Golkar yang berorientasi menang dan menang, bukan sekedar usung calon sendiri sebagai gagah-gagahan 0artai mengusung kader sendiri," ungkapnya.
Mengingat kata dia Golkar menargetkan menang Pilkada di 60 persen se-Indonesia, yang targetnya juga sama di Provinsi Jambi.
"Termasuk untuk Pilgub Jambi dan Pilwako Jambi, yang masuk dalam Grand desain pemenangan Pilkada 2024 sesuai Renstra-Rentaktis," ujarnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Jambi, Dori Effendi memprediksi partai Golkar akan menjadi partai pengusung di peta pertarungan Pilwako Jambi.
Menurutnya bahwa Partai Golkar tidak akan menjadi pengekor dengan hanya menjadi pendukung dalam pertarungan Pilwako Jambi.
Justru dirinya menilai Partai Golkar akan menjadi garda terdepan atau motor utama dalam memenangkan pertarungan lima tahunan tersebut.
"Artinya Partai Golkar tidak akan menjadi pendukung, tapi dia akan menjadi pengusung untuk Budi Setiawan di Pilwako Jambi," ungkap Dori.
Kata doktor jebolan kampus top di Malaysia tersebut, ada beberapa faktor utama yang menjadi alasan penting Partai Golkar mengusung Budi Setiawan di Pilwako Jambi.
"Yang pertama Budi merupakan kader murni Golkar, kemudian dia juga Ketua Golkar Kota Jambi, lalu dirinya berhasil naikkan kursi yang semula 4 menjadi 8 di DPRD Kota Jambi, yang terakhir Budi masih muda yang bisa dimanfaatkan oleh Golkar kedepannya," jelasnya.
Lebih lanjut, Dori juga menjelaskan alasan kuat Golkar mengusung Budi Setiawan adalah Golkar tentu akan menjadi Partai penguasa di Kota Jambi jika memenangkan pertarungan di Pilwako Jambi.
"Kalo misalnya hari ini Golkar masuk ke Maulana dia hanya akan menjadi Partai pendukung bukan pengusung," ucapnya.
Ia juga menyebut, jika Budi Setiawan merupakan kader yang terkenal dengan loyalitas dan komitmennya terhadap Partai Golkar, serta juga telah terbukti berprestasi dalam mengembalikan kejayaan Golkar di Kota Jambi.
"Kenapa Budi ? Karena Budi bukan merupakan orang yang pragmatis dalam berpartai, ketika ada anggota Partai politik yang suka loncat Partai tentu dia ada masalah dengan kepemimpinannya," jelas Dori.
Jika dibandingkan dengan kandidat lain yang maju di Pilwako Jambi, sosok Budi Setiawan merupakan kader murni yang menjalani tahap kaderisasi serta mengikuti proses pendidikan kepemimpinan dengan matang.
Hal ini tentunya berbanding terbalik misalnya dengan sosok Maulana yang telah memasuki beberapa Partai. Sebut saja Partai Gerindra, Nasdem hingga saat ini PAN, semua telah dijajal Maulana untuk mencapai target politiknya.
"Akan berbahaya jika Golkar ikut mendukung orang yang terkenal yang sering loncat Partai. Bisa saja dia pindah Partai demi kepentingan pribadinya, karena baginya tidak penting loyal terhadap Partai tapi kepentingan pribadi yang utama," ujarnya.
Dirinya menilai nama besar dan sejarah panjang yang dimiliki Partai Golkar serta tentunya kaderisasi di Golkar yang cukup kuat, membuat Partai Golkar akan lebih memilih untuk mengusung kader sendiri ketimbang orang lain yang belum diketahui rekam jejak serta loyalitas dan komitmennya terhadap Partai.
Baca juga: Inter Milan Sudah Hadapi Berbagai Kekhawatiran Cedera di Lini Depan Jelang Dimulainya Musim Baru
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagittarius Rabu, 7 Agustus 2024: Cinta, Karir, Keuangan, Kesehatan
Baca juga: Lirik dan Chord Titeni lan Enteni - Denny Caknan: Gematine Koyo Aku Isih Kerep Dilarani
Besok Pleno Penetapan Pemenang Pilwako Jambi, Maulana-Diza Datang, HAR-Guntur Belum Konfirmasi |
![]() |
---|
Bangganya Hazrin Etnis Sunda PPJ yang Pertama Dukung Maulana-Diza Maju Pilwako Jambi 2024 |
![]() |
---|
Syarif Pasha Tegaskan Kader Partai NasDem Harus Menangkan HAR-Guntur |
![]() |
---|
Syarif Fasha Yakin HAR-Guntur Bisa Lanjutkan Pembangunan di Kota Jambi |
![]() |
---|
HAR-Guntur Resmi Mendaftar ke KPU, Optimis untuk Menang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.