Berita Politik
Maulana, HAR, Dan Budi Setiawan Harus Tentukan Wakil Tepat, Pengamat: Pengaruhnya Cukup Besar
Tiga kandidat kuat calon Wali Kota Jambi, Maulana, H Abdul Rahman (HAR) dan Budi Setiawan belum menentukan wakil yang akan mendampingi di Pilwako.
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rohmayana
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tiga kandidat kuat calon Wali Kota Jambi, Maulana, H Abdul Rahman (HAR) dan Budi Setiawan hingga hari ini belum menentukan wakil yang akan mendampinginya di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi 2024.
Maulana menyebutkan bahwa ia akan berpasangan dengan wakil yang berasal dari kalangan Milenial, begitu juga HAR yang menyebut saat ini sudah ada tiga kandidat yang berasal dari Birokrat dan juga Milenial.
Bahkan Budi Setiawan juga tak jauh beda, saat ini sudah mengantongi tiga nama yang berasal dari kalangan Pengusaha, Legislatif dan juga Milenial.
Pengamat Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Dr Pahrudin mengingatkan ketiganya untuk dapat menentukan wakil dengan tepat.
Menurutnya posisi wakil itu cukup penting untuk bisa mengisi kekurangan dari dari calon Wali Kotanya.
Keduanya harus saling melengkapi, baik dari sisi geografis atau keterwilayahan, segi etnis, ataupun kelompok tertentu lainnya dalam masyarakat.
"Posisi wakil itu melengkapi puzzle yang mungkin dianggap kurang dari calon, baik itu mungkin dari sisi geografis ya kewilayahan atau dari sisi etnisitas atau kelompok tertentu dalam masyarakat ," ucapnya, Minggu (9/6/2024).
Baca juga: Hanya Daftar ke PDI-P, Cecep Suryana Yakin jadi Kader Internal yang akan Diusung di Pilwako Jambi
Baca juga: Siapa Unggul Antara Maulana Vs HAR Vs Budi Setiawan di Pilwako Jambi? Begini Kata Pengamat
Sehingga kata Pahrudin posisi wakil cukup menentukan atau bisa menjadi faktor kemenangan dalam pertarungan sebagai orang nomor 1 di Kota Jambi itu.
"Jadi posisi wakil itu sebetulnya cukup menentukan dalam kemenangan kandidat, karena dia melengkapi puzzle dari calon Wali Kota," ujarnya.
Meskipun kata dia berdasarkan riset, bahwa pilihan masyarakat lebih banyak karena faktor calon kepala daerahnya.
Namun dalam kompetisi yang ketat, tingkat elektabilitas yang tidak terpaut jauh antar calon kepala daerah, maka posisi calon wakil yang sangat menentukan.
"Ketika kompetisi begitu ketat, posisi wakil justru sangat menentukan, karena dia bisa menjadi pelengkap atau penyumbang suara dari kandidat Wali Kota," tutupnya. (Tribunjambi.com/ Danang Noprianto)
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
Ahmad Sahroni Resmi Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ini Sosok Penggantinya |
![]() |
---|
Kesetiaan Bambang Pacul Tak Goyah, Tetap di PDIP Meski Dicopot dari Ketua DPD Jateng |
![]() |
---|
SIAP Masuk Gerindra, Budi Arie: Ikut Perintah Presiden Prabowo, Kita kan Anak Buahnya |
![]() |
---|
BUKAN 2029, Jokowi Yakin PSI Jadi Partai Raksasa: Beberkan 2 Alasan Krusial |
![]() |
---|
RAIH 65 Persen Suara, Kaesang Pangarep Yakin Tak Ada Dualisme Usai Pemilu Raya PSI 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.