Berita Muaro Jambi
Kanopi Mal Pelayanan Publik Muaro Jambi Ambruk, Warga Desak APH Turun Tangan
Kanopi bangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Muaro Jambi yang menelan anggaran Rp 2,2 miliar ambruk.
Penulis: Muzakkir | Editor: Rohmayana
Baru diresmikan, Kanopi bangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Muaro Jambi Ambruk
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Kanopi bangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Muaro Jambi yang menelan anggaran Rp 2,2 miliar ambruk.
Bangunan yang baru diresmikan tersebut ambruk dikarenakan tak kuat menahan beban air hujan yang turun pada Jumat sore kemarin.
Ambruknya kanopi ini membuat banyak warga berkomentar dan berspekulasi yang miring terhadap kualitas bangunan ini.
Mereka menganggap tak hanya kanopi saja yang kualitasnya jelek, bisa jadi keseluruhan bangunan juga tak memiliki kualitas yang baik.
Ketua Ormas Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) kabupaten Muaro Jambi, M. Toha mendesak pihak-pihak terkait bertanggungjawab dan meminta para penegak hukum agar cepat merespon kejadian tersebut.
“Menyikapi peristiwa ambruknya selasar gedung MPP yang berada di halaman Kantor Dinas DPMPTSP Muaro Jambi pada Jumat sore, selain meminta dan mendesak agar pihak pihak terkait bertanggung jawab, ”ujar Toha
Pihaknya juga menyayangkan sikap dinas PUPR yang cenderung menganggap enteng permasalahan ini.
Misalnya dengan alasan “MASIH ADA MASA PEMELIHARAAN” dan lainnya.
“Kejadian seperti ini bukan pertama kali alias sudah berkali-kali dan telah menjadi sorotan publik , jika suatu pekerjaan fisik “(kesannya) tidak apa roboh atau cepat rusak, kan masih ada masa pemeliharaan," ungkapnya.
Baca juga: Maju di Pilbup Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah akui sudah Komunikasi dengan Partai Politik
Baca juga: Dikabarkan Maju di Pilbup Muaro Jambi, Bachyuni masih Tunggu Restu Orang Tua
Dia melihat tenggat waktu atau masa pemeliharaan ini, secara tidak langsung (terkesan) dijadikan alasan kuat para rekanan (vendor/pihak ketiga) dan dinas terkait untuk berlindung di baliknya.
Jika sejak awal dikerjakan baik secara maksimal, tentu output (hasilnya) akan baik, negara (dalam hal ini Pemda-red) tidak lagi perlu mengeluarkan anggaran untuk pemeliharaan, dan anggaran tersebut bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur yang lain.
Apalagi Kabupaten Muaro Jambi masih banyak membutuhkan anggaran untuk membangun (infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Untuk itu, Kami Markas Cabang Laskar Merah Putih Perjuangan LMPP) meminta para penegak hukum Polres serta Kejari Muaro Jambi peka dan segera melakukan respon cepat terkait kondisi ini, " katanya.
Pihakya tak mau pemerintah menganggap remeh masalah tersebut, hingga membuat oknum-oknum nakal terus mencari keuntungan.
"Agar tidak terjadi kerugian negara secara terus menerus, akibat sikap sejumlah oknum rekanan yang nakal, yang cenderung menganggap sepele kualitas pekerjaannya karena berlindung di belakang kata yang berbunyi: “masih ada masa pemeliharaan," tegasnya.(Tribunjambi.com/ Muzakkir)
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
| Panen Jagung Serentak di Muaro Jambi, Polri Sinergi dengan Petani Perkuat Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Dukung Swasembada Pangan, Wabup Muaro Jambi Jun Mahir Hadiri Panen Raya Jagung |
|
|---|
| Dukung Swasembada Pangan, Wakapolda Jambi Bersama Wagub Gelar Panen Raya Jagung di Muaro Jambi |
|
|---|
| Muaro Jambi Dapat Penghargaan Warisan Buaya Tak Benda untuk Lukah Gilo dan Tonel |
|
|---|
| Hak Lahan Warga Gambut Jaya Muaro Jambi Dipastikan Aman, Edi Purwanto Sebut Tinggal Tunggu Waktu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Mal-Pelayanan-Publik-Muaro-Jambi-Ambruk-Padahal-Baru-Diresmikan.jpg)