Advertorial
BKKBN Berperan Aktif dalam Penilaian Kinerja untuk Percepatan Penurunan Stunting di Jambi
Pemerintah Provinsi Jambi melalui Bappeda melaksanakan Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting yang diadakan di Aula Bappeda Provinsi Jambi pada
Stunting di Jambi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Untuk terus memacu peran pemerintah daerah dalam pemenuhan pelayanan dasar guna mempercepat penanganan stunting, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Bappeda melaksanakan Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting yang diadakan di Aula Bappeda Provinsi Jambi pada Kamis (30/5/2024).
Wakil Gubernur Jambi, H. Abdulah Sani, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jambi, mengapresiasi acara ini sebagai wujud komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting dan tindak lanjut pelaksanaan amanat dari Kemendagri.
"Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan konvergensi intervensi gizi serta terciptanya koordinasi dan sinkronisasi program penanganan stunting yang valid dan up-to-date antar instansi," ujar Wagub Abdulah Sani.
Hadir pada acara ini Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi, Ketua TPPS kabupaten/kota se-Provinsi Jambi beserta tim, Kepala OPD Provinsi Jambi, dan Kepala BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno.
Dalam sambutan Gubernur Al Haris yang dibacakan oleh Wakil Gubernur, beliau merasa bangga dan berterima kasih kepada seluruh instansi yang telah berupaya menurunkan angka stunting di Provinsi Jambi. "Provinsi Jambi terbaik kedua se-Indonesia karena berhasil menurunkan prevalensi stunting," ucapnya.
Baca juga: Mantan Presiden AS Donald Trump Bersalah atas 34 Kejahatan Terkait Uang Tutup Mulut Artis Dewasa
Baca juga: Isi Putusan MA Soal Syarat Usia Calon Kepala Daerah, Pakar Hukum: Mengulang Kisah Romantik
Keberhasilan ini berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, di mana angka prevalensi stunting Provinsi Jambi sebesar 13,5 persen. Angka prevalensi stunting ini turun sebesar 4,5?ri prevalensi stunting tahun 2022 yang sebesar 18 % .
Putut Riyatno, selaku Kepala BKKBN Provinsi Jambi, yang hadir mendampingi Wakil Gubernur Jambi, H. Abdulah Sani, berharap melalui kegiatan ini mendapat umpan balik dan pembelajaran dalam upaya meningkatkan konvergensi intervensi sensitif dan intervensi spesifik.
"Peran pemerintah daerah dalam pemenuhan pelayanan dasar untuk mempercepat penanganan stunting sangat penting, dengan meningkatkan konvergensi keterpaduan program kegiatan penanganan stunting dari berbagai sumber, baik perangkat maupun pendanaan, dengan menggunakan instrumen 8 aksi konvergensi," ungkap Putut.
Dalam acara tersebut, setiap kabupaten/kota diberikan kesempatan untuk memaparkan langkah-langkah dalam pemenuhan pelayanan dasar untuk mempercepat penanganan stunting dengan meningkatkan konvergensi keterpaduan program kegiatan penanganan stunting dari berbagai sumber, baik perangkat maupun pendanaan, dengan menggunakan instrumen 8 aksi konvergensi berdasarkan pengisian instrumen 8 aksi konvergensi Web Bangda Kemendagri RI.
Selanjutnya, langkah-langkah tersebut dinilai oleh tim panelis yang salah satunya diwakili oleh Sekretaris BKKBN Jambi, Yudi Hendra Musrizal.
Selain itu, untuk menyemarakkan Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting, juga diadakan Pameran Praktik Baik dan Inovasi Percepatan Penurunan Stunting yang diikuti oleh 11 kabupaten/kota. (adv)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Pj Wali Kota Jambi Terima Penghargaan Keaktifan Kepala Daerah Dalam Percepatan Penurunan Stunting
Baca juga: 5 Shio Bernasib Baik Hari Ini Jumat 31 April 2024: Ada Shio Harimau, Shio Monyet, Shio Babi
Baca juga: Isi Putusan MA Soal Syarat Usia Calon Kepala Daerah, Pakar Hukum: Mengulang Kisah Romantik