Advertorial
Indeks SPBE Naik Siginifikan, Presiden Jokowi Apresiasi Pemkot Jambi
Pesiden RI Joko Widodo memberikan apresiasi kepada sejumlah Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Pesiden RI Joko Widodo memberikan apresiasi kepada sejumlah Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi atas implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Hal itu mengemuka saat Presiden Joko Widodo membuka SPBE Summit 2024 dan meresmikan peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia "INADigital," di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/5/2024).
Dalam acara itu, Kepala Negara memberikan apresiasi bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang berhasil mencapai nilai pemantauan dan evaluasi SPBE terbaik dengan dianugerahi Digital Government Award (DGA) 2024.
Penyerahan penghargaan turut dihadiri Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin, Menkopolhukam Hadi Tjahjanto, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, serta sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara dan daerah peraih penghargaan DGA.
Penghargaan diberikan kepada 81 instansi pusat dan pemerintah daerah dengan 6 kategori penghargaan, berdasarkan tingkat kematangan pada 47 indikator SPBE.
Pemkot Jambi diganjar penghargaan bergengsi itu setelah berhasil meningkatkan indeks SPBE dengan kenaikan yang signifikan yakni 4,27 dengan predikat "Memuaskan".
Raihan itu menempatkan Pemkot Jambi pada peringkat ke 3 nasional untuk kategori Pemerintah Kota bersama Pemkot Surabaya di peringkat pertama dengan indeks SPBE 4,49 dan Pemkot Madiun pada peringkat kedua dengan indeks SPBE 4,45.
Baca juga: Angkutan Batu Bara Jambi Jalur Darat dan Sungai Mulai Beroperasi, Ini Ketentua dan Waktunya
Baca juga: Harga Cabai Semakin Pedas Jelang Idul Adha, Kenaikan Rp13-Rp 20 ribu Pere Kilo
Pencapaian ini juga sekaligus menjadikan Pemkot Jambi menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Jambi yang meraih indeks SPBE dengan predikat memuaskan tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menitipkan pesan agar semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah saling mengintegrasikan serta menginteroperabilitas aplikasi, data, dan layanannya. Jokowi mengingatkan untuk menerapkan kesederhanan dalam pelayanan.
"Saya titip pesan, setiap kementerian/lembaga dan pemda, harus bersama-sama melakukan integrasi dan interoperabilitas data. Tidak boleh ada lagi alasan ini itu, alasan datanya milik saya, datanya milik pemda saya, tidak boleh lagi. Tidak akan maju kalau kita masih egosentris, tinggalkan praktik-praktik lama, tinggalkan mindset-mindset lama," kata Jokowi dalam sambutannya
Kepala Negara mengatakan kondisi saat ini, terdapat lebih dari 27.000 aplikasi layanan pemerintah yang berjalan sendiri-sendiri, sehingga ia menganggap menyulitkan masyarakat.
"Bagaimana bisa lebih mudah, kalau di kementerian, di lembaga, di pemerintahan daerah provinsi kabupaten/kota ada kurang lebih 27.000 aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri, yang kerjanya juga sendiri-sendiri. Enggak akan mungkin mempermudah, mempercepat, enggak. Tidak terintegrasi dan bahkan banyak yang justru tumpang tindih," ungkapnya.
Pada acara SPBE Summit 2024 itu sekaligus juga dilaksanakan penandatanganan komitmen pimpinan instansi kementerian, lembaga yang bertanggung jawab atas sembilan layanan SPBE prioritas. Selain itu, juga diluncurkan aplikasi satu pintu Government Technology (GovTech) Indonesia bernama Ina Digital.
Usai menerima penghargaan, Penjabat (Pj) Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih, menyampaikan rasa syukurnya atas raihan anugerah itu.
"Alhamdulillah, ini sebuah pencapaian yang sangat luar biasa, terima kasih atas kerjasama jajaran Pemkot Jambi yang dapat menerapkan SPBE hingga berhasil mencapai indeks 4,27 dengan predikat memuaskan ini. Saya pesan SPBE ini adalah medianya untuk kita bisa manfaatkan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seperti yang diamanatkan oleh Bapak Presiden tadi, jadi dengan SPBE yang integratif akan melahirkan kerja-kerja layanan publik yang handal, efektif, efisien dan transparan guna menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Sri Purwaningsih.