Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 4 Mei 2024 - Menjadi Tangguh Dalam Tuhan

Bacaan ayat: Yesaya 40:31 (TB) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Renungan Harian Kristen 4 Mei 2024 - Menjadi Tangguh Dalam Tuhan

Bacaan ayat: Yesaya 40:31 (TB) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pasti ada maksud ketika Allah menciptakan siang dan malam. Kita dapat memaknai bahwa malam menjadi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, melepaskan segala kepenatan setelah bekerja seharian. Tubuh memang dirancang untuk tangguh.

Otot jantung yang bekerja tiada henti memompa darah untuk memenuhi kebutuhan setiap organ agar tetap hidup.

Otak yang bekerja tanpa henti untuk berfikir, mengolah semua data yang diterima menjadi keputusan dan pilihan dalam hidup. Namun saatnya tiba, otot terkuat pun bisa menjadi lemah dan akhirnya mati.

Dan seringkali itu terjadi bukan karena otot kelelahan, namun sikap hidup yang penuh dengan rasa kuatir dan cemas. Kehilangan harapan menjadi faktor kuat tubuh menjadi lemah dan tidak berdaya.

Coba perhatikan, mereka yang bekerja dengan bersemangat dan bergairah, biasanya akan bertahan lebih lama jika disandingkan dengan mereka yang bekerja sekenanya dan sekedarnya. Itu sebabnya seseorang perlu paham akan sumber kekuatan yang tanpa batas sehingga dapat bergantung penuh kepada sumber kekuatan tersebut.

Kata allah merujuk pada kata umum untuk menyebut sesembahan atau yang disembah. Setiap orang punya allah nya masing-masing.

Setiap bangsa yang ada pada saat Yesaya tampil sebagai seorang nabi, punya allahnya masing-masing. Dalam hal ini muncul pertanyaan besar dan mendasar: mana allah yang benar?

Allah yang disembah oleh Yesaya ternyata berbeda dengan para allah yang lain. Allah yang ini adalah TUHAN yang menciptakan langit dan bumi. TUHAN yang mempunyai kuasa atas segala-galanya

. Itu sebabnya TUHAN juga yang empunya kekuatan yang besar. "Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.", menjadi pengetahuan dasar yang penting agar setiap orang dapat menguji bahwa TUHAN itu berkuasa atas segalanya.

Menyembah TUHAN yang demikian, membawa konsekuensi logis untuk serius dalam menjalani kehidupan. Tidak pada tempatnya untuk kuatir jika terus berpengharapan kepada Dia yang menciptakan langit dan bumi.

Tidak perlu lelah dalam menjalani kehidupan sebab Ia akan terus memberikan kekuatan baru untuk menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Yang perlu dilakukan adalah terus meletakan pengharapan hanya kepada Dia, tanpa kompromi. Penghatapan kepada TUHAN akan membawa orang percaya pada sumber kekuatan yang tidak terbatas.

Kembalilah kepada-Nya. Dialah sumber kekuatan utama kehidupan kita agar kita tidak menjadi lelah. Amin

     Renungan Kristen oleh pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved