Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjabbarat

Sejumlah Siswi SMA di Tanjabbar Diduga Jadi Korban Asusila, Pelaku Diduga Kepala Sekolah

Viral sejumlah siswi Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) diduga jadi korban asusila.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sopianto | Editor: Heri Prihartono
Tribunlampung/Dodi
Viral sejumlah siswi Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) diduga jadi korban asusila. 

TRIBUNJAMBI.COM,KUALA TUNGKAL - Viral di media sosial sejumlah siswi Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) diduga jadi korban asusila.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sejak sekitar awal tahun 2024. Pelaku dan korban sama-sama kenal, dan ada relasi kuasa dalam kasus ini.  

Sumber Tribun menyebutkan, para siswa juga mendapat tekanan agar tidak melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. 

"Anak-anak itu dilarang sama kepala sekolahnya untuk melapor ke orang tuanyan gitu," kata sumber yang tidak mau ditulis namanya, Minggu (21/4/2024). 

Namun, siswi yang merasa tidak nyaman dengan perlakukan kepala sekolah itu akhirnya buka mulut.

Ada yang melaporkan kejadian yang menyesakkan itu kepada orang tuanya.

Bahkan sejumlah orang tua kabarnya sudah mendesak agar kepala sekolah itu angkat kaki dari sekolahan.

"Para orang tua korban sudah meminta kepala sekolah dipindah dan tidak lagi berada didesa itu. Itu sekitar Maret kemarin pas puasa diusirnya," katanya. 

Sementara, sebuah postingan instagram @tungkalbarometer menuliskan perlakuan oknum kepala sekolah itu.

Diungkapkan, siswi Aliyah jadi korban asusila oknum gurunya.

Perlakuan oknum guru itu di antaranya menyentuh bagian sensitif, hingga memeluk siswi saat ada kesempatan. 

Postingan yang telah disukai sebanyak 335 dan 25 komentar dimana postingan itu di posting 10 jam yang lalu.

Terkait dengan hal ini, Kepala Kemenag Tanjabbar H Rahman belum dikonfirmasi.

Kini telah beredar surat pernyataan dari kepala sekolah yang menyatkan tidak akan lagi melakukan perbuatan yang sama.

Hal ini menunjukkan adanya pengakuan dari pendidik itu telah melakukan sejumlah tindakan yang tidak seharusnya dia lakukan.

Dia menandatangani surat tersebut di atas materai. (Tribunjambi.com/Sopianto) 

Baca juga: Seorang Remaja di Tanjabbar Diduga Jadi Korban Asusila Ayah Kandung

Baca juga: Libur Lebaran Usai, WFC Kuala Tungkal Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved