Khazanah Islam

Hukum dan Bacaan Doa Qunut dalam Salat Witir

Shalat witir menjadi ibadah sunnah yang rutin dilaksanakan di bulan Suci Ramadhan.

Penulis: Zulkipli | Editor: Zulkipli
tribun timur
ILUSTRASI - Salat berjamaah 

TRIBUNJAMBI.COM - Shalat witir menjadi ibadah sunnah yang rutin dilaksanakan di bulan Suci Ramadhan.

Salat witir di lakasanakan secara berjamaah sesudah salat tarawih.

Dalam prakteknya, sebagian orang menambahkan bacaan doa qunut di dalam shalat witirnya, terutama di separuh akhir bulan Ramadan.

Doa qunut dibaca setelah bangkit dari ruku sebelum sujud di rakaat terakhir shalat witir.

Dikutip dari nu.or.id, kebiasaan itu sudah berlangsung lama sejak masa Ubay Ibn Ka’ab, Umar Ibn Khatab, dan beberapa sahabat lain yang kerap membaca qunut di rakaat terakhir shalat witir pada malam separuh sampai akhir Ramadhan.

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Salat Tarawih dan Witir, beserta Niat dan Tata caranya

Para ulama mazhab Syafi'i menghukumi sunnah membaca doa qunut pada rakaat terakhir shalat witir di separuh terakhir Ramadhan.

Sebagian pendapat ada yang membolehkan qunut sepanjang Ramadhan, tetapi pendapat yang paling kuat dalam mazhab Syafi’i adalah qunut dikhususkan pada separuh akhir Ramadhan.

Bacaan Doa Qunut

Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait. Wa bâriklanâ fî mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait.

Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Baca juga: Bacaan Zikir dan Doa Setelah Shalat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan

Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.

Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Baca juga: Tuntunan Shalat Witir Setelah Tarawih di Bulan Ramadhan, Ada Niat dan Doa Sesudahnya

Baca juga: Shalat Sunnah Witir 3 Rakaat di Bulan Ramadhan, Bacaan Niat dan Doanya

Sekarang Anda dapat menyimak update berita tribunjambi.com via Google News

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved