Berita Tanjabtim
Hasil Panen Padi di Tanjabtim Menurun Gegara Hama, Petani Merugi
Serangan hama wereng dan tikus, membuat hasil panen Padi di Desa Lagan Ulu Kecamatan Geragai Tanjab Timur menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumn
Penulis: anas al hakim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Serangan hama wereng dan tikus, membuat hasil panen Padi di Desa Lagan Ulu Kecamatan Geragai Tanjab Timur menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.
Dengan adanya serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi tampak batang padi mengering dan butir padinya ompong atau kosong. Tentu hal ini membuat sejumlah Petani mengeluh dan merugi
Raswan, Petani yang ada di Desa Lagan Ulu, menyebutkan bahwa untuk panen tahun ini dipastikan akan merugi, karena selain dampak El Nino juga adanya serangan hama, seperti wereng dan tikus yang hampir setiap malam menyerang tanaman padi.
Sehingga yang biasanya dalam 2 hektare menghasilkan 40 hingga 45 karung gabah, Namun sekarang ini hanya menghasilkan 20 karung gabah.
"Hasil panen sekarang ini hampir keseluruhan petani merugi. Akibat hama wereng dan tikus yang hampir setiap hari menyerang padi kami, dan kami sudah melakukan berbagai upaya untuk membasmi hama, namun sia-sia," jelasnya, Rabu (20/03/24).
"Biasanya dari 2 hektare lahan pertanian, saya mendapatkan 40 hingga 45 karung padi, tetapi untuk sekarang ini kemungkinan hanya bisa 15 - 20 karung padi, sehingga penurunannya sangat drastis," sambungnya.
Sementara itu, Sekretaris kelompok tani mekar harum, Arif menjelaskan, di tengah harga beras dan sejumlah bahan pokok yang saat ini tidak stabil bahkan cenderung melambung, hasil panen ini diharapkan dapat menopang kebutuhan rumah tangga para petani.
Sedangkan bagi masyarakat yang bukan petani, langkah operasi pasar diharapkan dapat meredam dampak kenaikan harga beras.
"Dengan adanya musim panen ini, kita sebagai Petani terus memantau kondisi perkembangan harga gabah, jika harga gabah terus menurun maka petani terpaksa harus menanggung kerugian," ucapnya.
Serangan hama serta dampak dari El Nino yang terjadi saat ini berdampak terhadap hasil pertanian saat ini, khusunya bagi petani padi di sejumlah Wilayah di Tanjabtimur, sehingga berdampak juga terhadap perekonomian Masyarakat.
"Dampak kerugian terhadap hasil produksi bisa turun hingga 50 peresen di bandingkan dengan tahun sebelumnya," tutup Arif.
Baca juga: 16,5 Ribu Hektare Lahan Sawah di Jambi Bakal Dilakukan Pompanisasi Air Karena Kekeringan
Baca juga: Belasan Ribu Hektare Lahan Sawah di Jambi Bakal Dilakukan Pompanisasi Air: Karena Kekeringan
Baca juga: Ada 31 Ribu Hektare Lahan Sawah di Provinsi Jambi Terapkan IP200
| Cuaca Laut Memburuk, Nelayan Tanjabtim Jambi Terancam Ombak dan Angin Kencang |
|
|---|
| Modus Jalur Pendamping Haji, Satu Keluarga di Tanjabtim Jambi Tertipu Rp235 Juta |
|
|---|
| Jembatan Rano di Tanjabtim Jambi Termakan Usia, Selain Patah Juga Dipenuhi Korosi |
|
|---|
| Kebakaran di Permukiman Padat Nipah Panjang Jambi, Satu Rumah Hangus |
|
|---|
| Lansia Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Lintas WKS Geragai Jambi, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Sawah-di-Geragai-panen-3.jpg)