Viral Anak MTS Kota Jambi Diduga Jadi Korban Perundungan

Ist
Perundungan siswi MTS Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Viral di media sosial Instagram perempuan yang diduga siswa MTS di Kota Jambi menjadi korban perundungan dan intimidasi dengan kekerasan fisik.

Video yang diunggah akun @Infoanakjambi tersebut sampai sore ini 16.41 wib telah ditonton 92.9 ribu kali.

Dalam video tersebut tertulis "perundungan kembali terjadi kali ini siswi MTS Kota Jambi jadi korban".

Video tersebut menampilkan seorang perempuan sedang melakukan penganiayaan dan direkam oleh temanya.

Korban penganiayaan tersebut diduga bernama Caca, hal ini sempat disebutkan oleh perekam video "gilo nian kak Caca dak ngelawan," ujarnya dengan mengunakan logat Jambi yang khas.

Lebih lanjut perekam video meminta pelaku untuk terus menganiaya korban.

"Ayo kak, cepatlah lagi kak, yak Allah ee," ujarnya menyemangati pelaku.

Pembuat video juga mempropokasi korban untuk melawan.

"Gilo nian kak Caca dak ngelawan," ujarnya dengan lantang.

Saat pelaku melakukan pemukulan pembuat video terkesan merasa sangat senang.

"Eh kau eehh, aku videoin jok," ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Jambi, H. Abd. Rahman mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut.

"Saya justru baru tau ada video kekerasan pelajar yang beredar," ujarnya ketika dihubungi Tribunjambi.com Sabtu (9/3/2024).

Mengetahui hal tersebut ia pun segera memerintahkan stafnya untuk menginvestigasi kebenaran dari rekaman video tersebut.

"Saya akan usut ini dan cari tau kebenaranya, tunggunya," ujarnya kepada Tribunjambi.com.

Sementara itu seorang tenaga pengajar di Kota Jambi yang tidak mau menyebutkan namanya menyangsikan jika pelaku di video tersebut merupakan siswa MTS.

Hal ini dapat dilihat dari pakaian dan penampilannya.

"Dari tampilannya kok lebih mirip anak punk atau anak jalanan gitu ya," ujarnya ketika Tribunjambi.com memperlihatkan video yang viral tersebut.

Guru di sekolah swasta ini mengatakan, jika melihat penampilan pelaku yang cendrung urakan dengan mengunakan celana robek dan rambut dicat pirang dia sangat tidak yakin ada anak MTS yang seperti ini.

"Kalau ini benar anak MTS berarti gurunya perlu di pertanyakan, karena ini menyangkut etika dan kepantasan," ujarnya 

Selanjutnya dia juga mencermati diksi dan dialek yang ada di dalam video tersebut.

Menurutnya diksi dan dialek tersebut sudah jarang digunakan pelajar di Kota Jambi, dimana pelajar di Kota Jambi telah mengalami asimilasi.

"Kita sudah jarang sekali mendengar diksi "Jok" di percakapan sehari saat ini," ujarnya 

"Selain itu  ada juga diksi yang keluar seperti "yak Allah ee, biak inlah begoco beduo" inikan diksi yang sudah jarang digunakan di Kota Jambi," ujarnya.

Ia memprediksi video yeng beredar ini bukankah video baru kalau dilihat dari cara berpakaian dan cara bicaranya, atau lokasinya tidak berada di Kota Jambi. bisa juga lokasinya di Kota Jambi tapi pelakunya bukan warga Kota Jambi.

"Kemungkinannya banyak sih, biar pihak yang berwenang yang bertindak," katanya.

Dia berharap peristiwa yang ada di video ini bisa di selesaikan sebijaksana mungkin tidak tidak ada lagi peristiwa seperti ini.

"Bagaimana pun juga perundungan tersebut tidak boleh terjadi apa lagi di kalangan pelajar," pungkasnya.

Baca juga: Viral Video Perundungan Siswi MTS Kota Jambi, Kakak Keras Pukul Hingga Tendang Adik Kelas

Baca juga: Mencegah Perundungan di Lingkungan Belajar

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5  Halaman 180, Mencegah Perundungan