Gedung DPRD Solok Selatan Sumbar Kebanjiran, Diperkirakan Rugi Rp 400 Juta

Gedung DPRD Solok Selatan, Sumatera Barat, kebanjiran pada Minggu (3/3/2024). Sekretariat DPRD Solok Selatan memperkirakan kerugian akibat banjir kis

Editor: Suci Rahayu PK
Dok Sekretariat DPRD Solok Selatan
Gedung DPRD Solok Selatan, Sumatera Barat kebanjiran, Minggu (3/3/2024) dinihari WIB 

TRIBUNJAMBI.COM - Gedung DPRD Solok Selatan, Sumatera Barat, kebanjiran pada Minggu (3/3/2024).

Sekretariat DPRD Solok Selatan memperkirakan kerugian akibat banjir kisaran Rp 400 juta.

Sementara sejum;ah kerusakan yang terjadi akibat banjir, yakni empat laptop, perabotan, kursi, meja, karpet serta pagar gedung yang jebol diterjang banjir.

"Kami perkiraan kerugian akibat banjir itu mencapai Rp 400 juta," kata Sekretaris DPRD Solok Selatan, Delvi, Senin (4/3/2024).

Dalam sepekan kedepan, Delvi menyebut gedung DPRD Solok Selatan belum bisa digunakan meskipun banjir sudah surut.

"Airnya memang sudah susut, tapi meninggalkan material lumpur yang harus dibersihkan," ungkap Delvi.

Baca juga: Real Count KPU DPR Dapil Jambi: SAH-Rocky Candra & Fasha-Hasbi Bersaing Ketat, Ada Terpaut 61 Suara

Baca juga: Lolly Sebut Nikita Mirzani Merusak Kesehatan Mentalnya: Dampak Negatif Ibu

Pada Minggu malam intensitas hujan di wilayah itu tinggi, akibatnya Gedung DPRD Solok Selatan yang berlokasi di Pasang Aro banjir.

Air sedalam satu meter merendam seluruh ruangan DPRD Solok Selatan.

Dikutip dari TribunPadang.com, Kabag Umum Sekretariat DPRD Solok Selatan, Efridel Fitra, menyebutkan banjir yang terjadi di DPRD Solok Selatan itu diduga karena adanya saluran drainase yang kurang berfungsi dengan baik.

Efridel menyampaikan kemungkinan air bisa masuk ke dalam kantor DPRD Solok Selatan juga akibat saluran drainase tidak berfungsi dengan baik.

"Saluran drainase air yang tidak baik hingga sebabkan air meluap sampai keluar saluran," terang Efridel.

Efridel menuturkan, saat ini sedang ada proyek pembangunan jalan nasional dekat dengan kantor DPRD Solok Selatan.

"Bisa jadi karena itu saluran drainase jalan belum bisa berfungsi sebagaimana mestinya hingga buat air meluap," tutur Efridel.

Efridel menambahkan saat ini upaya pembersihan material lumpur dan air sedang dilakukan.

"Pembersihan telah dilakukan karena banyak inventaris yang terendam banjir," pungkas Efridel.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved