Berita Tanjab Timur
Dampak Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Berbak Tanjabtim Dipastikan Gagal Panen
Ratusan hektare sawah di Desa Rawasari Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjab Timur mengalami gagal panen atau puso.
Penulis: anas al hakim | Editor: Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Ratusan hektare sawah di Desa Rawasari Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjab Timur mengalami gagal panen atau puso.
Hal tersebut dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi sehingga merendam sejumlah sawah milik kelompok tani.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tanjab Timur, dari periode Oktober 2023 hingga Februari 2024, terdapat 4700 hektare sawah yang di tanam padi di dua Kecamatan yakni Berbak dan Sabak Timur terendam banjir. Sebanyak 326 hektare sawah dipastikan gagal panen.
Dikatakan Sunarno, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Tanjab Timur, saat di konfirmasi dirinya menjelaskan bahwa ada dua Kecamatan yang sebagian lahan sawahnya terendam banjir.
Yakni Kecamatan Berbak serta Kecamatan Sabak Timur, dimana kondisinya saat ini masih terendam banjir, sehingga padi tidak sehat dan tumbuh kerdil. Seharusnya bulan Februari ini sudah bisa panen.
"Untuk luasan lahan nya mencapai 559 hektare dari 4700 hektare, sedangkan di sabak timur ada 4 hektare yang dipastikan gagal panen tahun ini," jelasnya, Sabtu (17/02/24).
Baca juga: Ribuan Usulan Pembangunan Sarolangun 2025, Bappeda Sebut Paling Banyak Soal Infrastruktur
Baca juga: Temuan Data C1 Berbeda dengan Real Count KPU di Jambi, Data di Web KPU Lebih Besar
Sementara itu, Abdul Rokib Kades Rawasari, ia menyebutkan bahwa untuk di Desa Rawasari sendiri dipastikan ada 9 Kelompok tani serta satu gabungan Kelompok tani (Gapoktan).
Sedangkan untuk luas lahan sawah yang mengalami gagal panen yakni 322 hektare dan untuk prsentase kegagalan 30 persen dan diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 350 juta.
"Alhamdulillah tidak semuanya mengalami puso, bahkan ada juga sebagian Kelompok tani yang sudah melakukan panen di awal bulan Januari," ucapnya.
Selain itu, dirinya juga berharap kepada Pemerintah daerah Tanjab Timur seperti Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, agar di tahun depan di alokasikan untuk bantuan bibit padi. Karena kalau gagal penen ini biasanya kendala dari Masyarakat kekurangan bibit padi.
"Kami berharap di tahun depan ada alokasi untuk bantuan bibit padi, serta kami juga mengucapkan terimaksih kepada Pemerintah yang telah memberikan bantuan beras pangan tahap satu sebanyak 10 kilogram, sehingga 50 sampai 60 persen warga Rawsari mendapatkan bantuan secara non tunai," ujarnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Pilihan Ayah Ojak, Ayu Ting Ting Merasa Yakin dan Cocok dengan Lettu Muhammad Fardhana
Baca juga: Rencana Pemekaran Wilayah di Kota Jambi Belum Bisa Dilaksanakan
Baca juga: Real Count Pileg DPRD Jambi Pukul 12.00 WIB - PAN Unggul dengan 17.35 Persen, Diikuti Golkar, PDIP
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.