Pilpres 2024

Saham Naik Tajam Pasca Quick Count untuk Keunggulan Prabowo-Gibran

Quick count Pilpres 2024 dengan keunggulan Prabowo-Gibran, berimbas pada kenaikan tajam harga saham dalam dua bulan terakhir.

Editor: Suci Rahayu PK
ANTARA FOTO/Risyal H
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 

Terjadi kenaikan harga saham pasca quick count Pilpres 2024, dengan keunggulan Prabowo-Gibran

TRIBUNJAMBI.COM - Quick count Pilpres 2024 dengan keunggulan Prabowo-Gibran, berimbas pada kenaikan tajam harga saham dalam dua bulan terakhir.

Indeks Komposit Jakarta (JKSE) hari Kamis, (15/2/2024) ditutup 1.3 persen lebih tinggi pada 7,365.58 setelah sempat mencapai puncak dibanding satu bulan sebelumnya, tidak jauh dari rekor tertinggi sebesar 7,403.578 poin yang dicapai pada bulan Januari.

Pasar Indonesia merespons dengan positif hasil perhitungan dan mengalami kenaikan setelah Prabowo berjanji akan melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo di ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.

Hasil perhitungan cepat yang lebih lambat oleh komisi pemilihan dengan sekitar 40 % suara yang dihitung menempatkan Prabowo-Gibran unggul dengan sekitar 56,85 % hari Jumat, (16/2/2024) pukul 11.00 WIB.

Para analis menyatakan tidak ada tanda-tanda kecurangan pemilu yang bersifat masif dan terencana.

Baca juga: Rocky Gerung Tantang Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Tolak Hasil Pemilu: Nanti Bocor Halus

Baca juga: Postingan Cristiano Ronaldo usai Cetak Gol di Laga Al-Nassr melawan Al-Feiha di Liga Champions AFC

"Kemenangannya dalam satu putaran seharusnya menghilangkan ketidakpastian tentang siapa yang akan memimpin pemerintahan berikutnya," kata ekonom Barclays Brian Tan.

"Ia tampaknya menjadi pilihan pengganti Presiden Joko Widodo yang akan segera berakhir dan telah berjanji untuk melanjutkan kebijakan, yang memberikan beberapa kepastian kepada para investor."

Terhapusnya ketidakpastian politik membantu sentimen pasar, kata para analis, karena posisi nyaman Prabowo menekan kemungkinan adanya pemilihan putaran kedua, yang akan diperlukan jika tidak ada kandidat yang meraih mayoritas mutlak.

Bank, penambang dan pengolahan nikel, serta perusahaan terkait infrastruktur memimpin kenaikan di bursa saham.

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Banyak Masyarakat Tak Ikut Memilih Akibat Hujan, Bawaslu Batanghari Terima Laporan di Dua Kecamatan

Baca juga: Viral Ekspresi Gibran Saat Pramugari Berikan Selamat dalam Pesawat Batik Air Jadi Sorotan

Baca juga: Rocky Gerung Tantang Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Tolak Hasil Pemilu: Nanti Bocor Halus

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved