Pilpres 2024

Cerita Prabowo Subianto Saat Tinggal Kelas di AKABRI Hingga Bicara Kedekan dengan SBY

Prabowo Subianto mengakui kedekatannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak berada di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Prabowo Subianto mengakui kedekatannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak berada di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). 

Prabowo Subianto mengaku cukup mengenal baik Susilo Bambang Yudhoyono sejak menjadi prajurit menempuh pendidikan di AKABRI.

TRIBUNJAMBI.COM - Prabowo Subianto mengakui kedekatannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak berada di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Akabri.

Namun, SBY lebih dulu lulus dibandingkan dengan Prabowo.

Sebab Prabowo selama menempuh pendidikan sempat mengalami tinggal kelas.

Hal itu diungkapkan Prabowo Subianto dalam pidato Kemenangan Prabowo-Gibran di Istora Senayan pada Rabu (14/2/2024).

Awalnya Prabowo Subianto menyinggung satu persatu Presiden RI.

Capres 02 itu mengaku kenal dekat beberapa Presiden RI.

Misalnya saja Presiden ke-6 SBY yang sudah dikenal Prabowo Subianto sejak masih muda.

Baca juga: Jokowi Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran: Ketemu Langsung, Berempat, Nggak Bisa Saya Sebut

Baca juga: Langkah Politik PDIP Jika Kalah di Pilpres 2024, Oposisi atau Koalisi Pemerintah?

Baca juga: Suara Masuk 80 Persen, Pasangan Prabowo-Gibran Unggul di Kabupaten Tebo

Saat itu SBY dan Prabowo masuk ke AKABRI di angkatan yang sama.

Namun kata Prabowo Subianto karena AKABRI sayang terhadapnya maka dirinya menjalani tambahan satu tahun sekolah.

“SBY saya kenal baik. Dulu sempat jadi kawan masuk AKABRI sama-sama tapi karena akademi militer sangat sayang sama saya, saya ditahan dikasih tambah beasiswa satu tahun lagi,” ucap Prabowo Subianto.

Diketahui Prabowo merupakan lulusan AKABRI angkatan 1974, satu tahun lebih muda dari SBY yang lulus pada 1973.

Padahal keduanya sama-sama masuk AKABRI di tahun yang sama.

Sebelumnya Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan pernah menyinggung penyebab Prabowo Subianto tinggal kelas di akademi militer.

Luhut membenarkan bahwa Prabowo Subianto pernah tinggal kelas di akademi militer. Hal itu kata Luhut karena Prabowo Subianto tidak disiplin.

Dikutip dari Kompas.com Kisah perkenalan dan pertemanan Prabowo dan SBY diungkap oleh SBY baru-baru ini.

SBY mengatakan, dirinya dan Prabowo sama-sama memiliki tekad bulat untuk menjadi prajurit pembela Tanah Air.

"Saya bertemu dan mengenal Bapak Prabowo Subianto pada tahun 1970, bulan Januari tahun 1970, 53 tahun yang lalu."

Baca juga: Pemungutan dan Perhitungan Surat Suara di Batang Asai Berjalan Alot, Makan Waktu Sehari Semalam

"Bertemu di Kampus Akabri Darat, sekarang Akademi Militer di Lembah Tidar," kata SBY dalam acara konsolidasi pemenangan Partai Demokrat di Hotel Aston Madiun, Jawa Timur, Senin (20/11/2023).

Setelah menyelesaikan pendidikan Akabri, Prabowo bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), sementara SBY masuk Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

"Di situ lah kami sering berinteraksi, berpikir bersama, bekerja bersama. Karena kami ingin memajukan profesionalitas TNI menjadi tentara modern, itu yang sering kami diskusikan, dan dalam porsi kami masing-masing kami lakukan," tuturnya.

SBY dan Prabowo juga kerap dipertemukan ketika mengemban tugas di medan pertempuran.

Misalnya, ketika keduanya sama-sama bertugas di Timor-Timur.

"Sebagai perwira baret merah, Pak Prabowo sering bertugas di sana, saya juga mengemban tugas hampir lima tahun di Timor-Timur dalam tiga kali penugasan," jelas SBY.

Takdir keduanya berlanjut hingga Prabowo dan SBY bersaing pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

Namun di tahun 2014, besan SBY yakni Hatta Rajasa menjadi Cawapres Prabowo Subianto. Hingga Pilpres 2024, langkah SBY untuk memberikan dukungan ke Prabowo berlanjut.

Baca juga: Gubernur Jambi Klaim Partisipasi Pemilih di Pemilu 2024 Lampui 86 Persen

Di bawah bendera Demokrat, SBY turun gunung, bertekad memenangkan Prabowo sebagai presiden RI selanjutnya.

Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas menyebut bahwa perolehan suara pasangan calon (paslon) nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengungguli paslon nomor 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon nomor 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Hingga Kamis (15/2) per pukul 15.20 WIB atau suara masuk 95,2 persen.

Prabowo-Gibran mendapat 58,51 persen.

Anies-Muhaimin dengan 25,29 persen.

Ganjar-Mahfud dengan 16,19 persen.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ini Alasan Pemprov Jambi Belum Perbaiki Kantor Gubernur yang Dirusak saat Demo Sopir Batubara

Baca juga: Terkendala Server, Input Perolehan Suara di Kabupaten Tanjab Timur Terhambat

Baca juga: Rahasia Sukses Desa Air Lengit Maksimalkan Potensi Lokal: Manfaatkan BRImo, AgenBRILink, dan QRIS

Baca juga: Jokowi Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran: Ketemu Langsung, Berempat, Nggak Bisa Saya Sebut

Artikel ini diolah dari WartaKotalive.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved