Sempat Tak Berharga, Ikan Gabus Hias Kini Banyak Diburu Warga Jambi
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Banyaknya peminat ikan gabus (Channa) membuka sumber rejeki bagi warga Desa Pematang Jering, Provinsi Jambi.
Kholidi mengatakan saat ini banyak warga kampungnya yang mencari ikan gabus hias ini.
"Dahulu ikan ini diabaikan orang, semenjak laku banyak yang nyari," ujarnya, Sabtu (10/2/2024).
Meski demikian warga tidak fokus mencari gabus hias, tetapi juga mencari ikan konsumsi.
"Jadi kami tidak terlalu fokus mencari gabus hias ini, intinya kami tetap mencari ikan konsumsi," katanya.
Kholidi menceritakan awal mula ia memasok ikan gabus hias ini karena tidak sengaja menemukannya di alam saat mencari ikan konsumsi.
"Jadi awal mula anak buah saya menemukan gabus hias ini, ia kira anak Toman ternyata gabus hias, bahkan di saat kami serok di rawa yang ada di hutan, kami juga mendapatkan induknya," ujarnya.
"Waktu itu warnanya ada corak kuning dan biru, anak buah saya saat itu bingung itu ikan apa, gabus bukan Toman bukan," timpalnya.
Umumnya warga Desa Pematang Jering menyebutnya ikan jale.
Dahulu ikan jale ini banyak ditemui namun sempat hilang, setelah air banjir ini kembali muncul.
"Ikan ini dahulu diabaikan orang karena kurang enak untuk di konsumsi. Namun sekarang di cari orang karena ada harganya," terang Kholidi.
Kholidi mengatakan Ikan gabus hias ini banyak ditemukan di sungai atau rawa yang masih alami dimana airnya berwarna hitam.
"Terkadang banyak pohon dan kayu besar yang tumbang," pungkasnya.
Baca juga: Maru Jambi, Ikan dari Hutan Rawa yang Disukai Kolektor Luar Negeri
Baca juga: Ini Dia Rajanya Ikan Channa, Harganya Puluhan Juta
Baca juga: Kepala Seperti Ular Kobra, Harga Ikan Chana Puluhan Ribu hingga Jutaan Rupiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ikan-gabus-hias-di-Jambi.jpg)