Pilpres 2024
Timnas AMIN Sindir Menhan Prabowo Soal Belanja Alat Perang dari ULN: Pemimpin Harus Punya Prioritas
Timnas Anies-Muhaimin (AMIN) menyindir belanja kebutuhan perang oleh Kementerian Pertahanan yang didanai dari utang luar negeri.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Jubir Timnas Anies-Muhaimin sebut anggaran belanja alutsista jangan sampai melampaui yang semestinya, mengingat rakyat juga butuh kesejahteraan.
TRIBUNJAMBI.COM - Timnas Anies-Muhaimin (AMIN) menyindir belanja kebutuhan perang oleh Kementerian Pertahanan yang didanai dari utang luar negeri (ULN).
Sindiran itu disampaikan Juru Bicara Timnas AMIN, Sukamta dengan mengingatkan pentingnya kecerdasan pemimpin.
Kecerdasan yang dimaksud yakni dalam membuat skala prioritas kebijakannya agar tidak mengorbankan rakyat.
Dalam hal itu dia mencontohkan soal belanja kebutuhan perang oleh Kementerian Pertahanan yang didanai dari utang luar negeri Pemerintah dengan alokasi anggaran yang meroket.
Menurutnya, hal tersebut tidak tepat.
Karena itu, pernyataan Cawapres Muhaimin Iskandar soal pembelian alutsista dalam situasi tidak sedang perang juga menunjukkan peringatan agar seorang pemimpin (kepala negara) harus memiliki prioritas dalam pembangunan.
Hal ini karena Indonesia kini sedang menghadapi keterbatasan anggaran.
"Prioritas yang dibuat jangan sampai mengorbankan rakyat, karena kesejahteraan rakyat merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar," kata dia kepada wartawan, Minggu (7/1/2024).
Baca juga: Orang-orang di Balik Strategi Ganjar, Prabowo dan Anies Jelang Debat Capres 2024 di Istora
Baca juga: Prabowo-Gibran Perkuat Pertahanan Melalui Hilirisasi Digital Atasi Ancaman Siber: Konsep Kita DDNA
Baca juga: Ke Jambi, Kaesang Konsolidasi Dengan Relawan, Menangkan Prabowo Gibran
Anggota Komisi I DPR RI ini menyatakan bahwa paradigma ‘Civis pacem para bellum’ (kalau ingin damai, harus siap perang) harus ditempatkan secara bijak sesuai dengan tempatnya.
"Anggaran belanja alutsista jangan sampai melampaui yang semestinya, mengingat rakyat juga butuh kesejahteraan," kata dia.
Sukamta melanjutkan, ketahanan tidak melulu soal militer, tidak melulu soal alutsista.
"Karena model perang sekarang sudah terus berkembang, tidak hanya perang militer, ada juga perang nonmliter, dan perang hibrida," ujarnya.
Spektrum ancaman juga tidak hanya ancaman militer, tapi juga ada ancaman nonmiliter dan hibrida.
Di dalam UU RI No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) diatur soal 3 bentuk ancaman ini.
“Sehingga ketidaksejahteraan rakyat juga merupakan ancaman terhadap ketahanan nasional. Kalau rakyat miskin, secara tidak langsung negara akan rentan dan rapuh, meskipun alutsista kuat," ujar politisi PKS itu.
Baca juga: Renungan Harian Kristen 7 Januari 2024 - Waspadai, Kasih yang Menyimpang!
"Jadi, mempriotitaskan aspek pertahanan di atas kesejahteraan itu tidak bijak. Karena pertahanan yang paling utama adalah pada kualitas sumber daya manusianya, bukan pada aspek kekuatan fisik militer dengan teknologi alutsista yang canggih. Kita sudah punya pengalaman sejarah dengan keterbatasan senjata yang canggih, kita bisa merdeka mengusir penjajah dari bumi pertiwi,” ujarnya.
Sukamta juga menegaskan bahwa belanja alutsista itu tetap penting, tetapi tetap menggunakan prioritas sesuai dengan skala kebutuhan dan keterbatasan anggaran yang ada.
“Oleh karenanya, setelah skema pengadaan alutsista MEF (Minimjum Essential Forces) tahap III berakhir pada tahun 2024 ini, Timnas AMIN akan memrogramkan NEF (New Essential Forces) yaitu pengadaan alutsista lebih berbasis pada fungsi dan adaptasi teknologi. Pengadaan alutsista ke depan tidak melulu yang besar-besar, tetapi perlu melihat efektivitas, kecanggihan dan efisiensi alutsista itu sendiri,” imbuhnya.
Sebelumnya, Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar mempertanyakan kebijakan pemerintah yang melakukan pengadaan alutsista ketika sedang tidak dibutuhkan.
Hal ini disampaikan Cak Imin saat bertemu dengan para petani dalam acara "Nitip Gus" di area sawah kawasan Sijalak Harupat Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/1/2024).
Cak Imin heran dengan pertimbangan negara yang rela utang triliunan rupiah untuk membeli alutsista di tengah kondisi negara sedang tidak berperang.
Padahal, menurut dia, banyak kebutuhan masyarakat yang seharusnya dipenuhi oleh pemerintah, misalnya memberikan alat pertanian untuk para petani agar bisa memproduksi bahan pangan.
“Kita enggak perang kenapa kebanyakan utang beli alat perang? Lebih baik utang untuk beli alat pertanian,” kata Cak Imin dikutip dari Kompas.com, Rabu (3/1/2024).
Seperti diketahui, Menteri Pertahanan saat ini dijabat oleh Prabowo Subianto.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi salah satu calon presiden di Pilpres 2024 dengan nomor urut 02.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Download Lagu MP3 DJ Remix Full Bass Mixtape Dutch Indo 2023, Pakai YTMP3 Praktis dan Simple
Baca juga: Aurel Hermansyah Sedih Dihujat Makin Gendut Pasca Melahirkan: Kenapa Sih Orang Jahat Banget
Baca juga: Prabowo-Gibran Perkuat Pertahanan Melalui Hilirisasi Digital Atasi Ancaman Siber: Konsep Kita DDNA
Baca juga: Sinopsis Welcome to Samdal-ri Episode 11, Apa yang Tidak Membunuhmu Membuatmu Lebih Kuat
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Timnas
Anies-Muhaimin
Kementerian Pertahanan
Prabowo Subianto
Muhaimin Iskandar
Pilpres 2024
utang luar negeri
Tribunjambi.com
Luhut Beri Pesan ke Prabowo Subianto: Jangan Bawa Orang Toxic ke Pemerintahan Anda, akan Merugikan |
![]() |
---|
Surya Paloh dan Prabowo Subianto Sepakat Kerja Sama: untuk Kepentingan Rakyat Indonesia |
![]() |
---|
Senyum Anies Baswedan Dikomentari Prabowo Subianto: Berat Sekali |
![]() |
---|
Prabowo Subianto Sambangi Kantor DPP PKB, Disambut Muhaimin Iskandar |
![]() |
---|
Harta Kekayaan Gibran Rakabuming Raka yang Ditetapkan sebagai Wakil Presiden Terpilih |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.