Wisata Jambi
Libur Akhir Tahun, Ini 3 Destinasi Wisata Religi di Kota Jambi,
Yuk simak berbagai destinasi wisata religi di Kota Jambi saat libur akhir tahun.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM -Yuk simak berbagai destinasi wisata religi di Kota Jambi saat libur akhir tahun.
Kota Jambi memiliki berbagai destinasi bernuansa islami yang menarik dikunjungi.
1. Masjid Cheng Ho
Masjid Laksamana Cheng Ho tidak hanya menghadirkan destinasi wisata religi bagi umat muslim tapi juga menjadi destinasi wisata budaya dengan hadirnya arsitektur Cina yang berdiri megah.
Namun tidak hanya sampai di sana, mesjid ini juga menghadirkan sejarah perjalanan Laksamana Cheng Ho hingga singgah di Nusantara.
Penggalan sejarah ini tertulis di dinding pembatas sebelah kiri mesjid ini, lengkap dengan ilustrasi gambar.Memiliki backroan warna putih, dinding ini menghadirkan lukisan Laksamana Cheng Ho, kapal yang di gunakan hingga peta Sumatera.
Lalau ada juga sejarah singkat perjalanan Laksamana Cheng Ho selama melakukan ekspedisi.
2. Masjid Agung Al Falah
Masjid Agung Al-Azhar adalah masjid terbesar di Kota Jambi.
Masjid ini dibangun pada tahun 197i dan memiliki daya tampung hingga 10.000 orang. Masjid ini terletak di Jalan Sultan Thaha, Kota Jambi.
Destinasi ini memiliki luas sekitar 17.000 meter persegi.
Masjid Agung Al Falah memiliki arsitektur yang indah dan unik, dengan kubah besar berwarna emas yang menjadi ciri khasnya.
Masjid ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti ruang serbaguna, perpustakaan, dan ruang belajar.
Masjid Seribu Tiang nama populernya, sebab memiliki banyak tiang menjulang yang menjadi ciri khasnya.
Lokasinya ada di jalan Sultan Thaha menuju kawasan Pasar Angso Duo.
Masjid yang berdiri di lahan seluas 26.890 meter ini cukup luas dan sangat nyaman digunakan untuk beribadah.
Masjid ini dulunya sempat dikuasai penjajah Belanda, lalu dijadikan pusat pemerintahan dan benteng Belanda di tahun 1885.
Dulunya sebelum menjadi Masjid Seribu Tiang, lokasi ini merupakan pusat Kerajaan Melayu Jambi yang dipimpin Sultan Thaha Syaifudin. Muhammad
Zubir pengurus masjid Agung Al Falah bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1971 dan selesai tahun 1980.
Pasca Merdeka, tokoh adat dan masyarakat Jambi menginginkan adanya masjid besar sebagai ikon dari Provinsi Jambi. Sehingga, pada tahun 1960 mulailah direncanakan untuk membangun masjid ini.
Sampai sekarang Masjid Seribu Tiang inipun menjadi ikon dari Jambi yang menarik untuk kita kunjungi.
2. Museum Gentala Arasy
Di Museum Gentala Arasy, koleksinya banyak sekali.
Mulai dari benda-benda koleksi sejarah Islam di Jambi dan sejarah awal mula kedatangan Islam di Jambi.
Aset yang ada di sana datang dari kabupaten/kota di Jambi dan titipan dari ulama-ulama, atau koleksi pribadi masyarakat Jambi kota seberang yang dititipkan atau dihibahkan ke museum tersebut.
Koleksinya sekitar 68 benda, yang cukup banyak untuk menambah wawasan pengunjung.
Diprediksi koleksi ini akan terus bertambah seiring dengan kekayaan benda bersejarah di Jambi yang masih terus digali.
Di Museum Gentala Arasy ada Al-Qur'an raksasa yang ditulis tangan, kitab, jubah, ikat kepala, topi, piring, keris dan lainnya.
Menariknya koleksi di Museum Gentala Arasy ada yang berasal dari abad ke 16 M.
"Koleksi yang ada disini ada yang dihibahkan masyarakat, ada hasil ganti rugi, ada titipan, kitab-kitab ini titipan dari ulama-ulama yang dari sini dan uniknya kitab ini asli tulis tangan semuanya," ujar Amin, Staff Bimbingan Publikasi/Pemandu di Museum Gentala Arasy, Rabu (16/2/2022).
Baca juga: 3 Destinasi Wisata Jambi di Libur Sekolah yang Wajib Dikunjungi
Menikmati Pantai Musiman Sungai Batanghari di Penyengat Rendah Kota Jambi Ada Festival Layang-layang |
![]() |
---|
Air Jernih dan Alam Asri, Sungai Batang Asam Jadi Wisata Dadakan Favorit saat Kemarau di Bungo |
![]() |
---|
7 Destinasi Wisata Terpopuler di Kabupaten Batanghari, Jambi: Ada Taman Instagramable |
![]() |
---|
Wisata Jambi Taman Rimba Gajah yang Jadi Favorit Anak-anak |
![]() |
---|
Wisata Danau Sipin, Destinasi Menarik buat Dikunjungi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.