Pemerintahan

Warga Keluhkan Harga Gas Melon Jadi Naik Dua Kali Lipat di Warung

Untuk sekarang ini harga gas LPG 3 Kg di warung kelontongan mereka jual Rp 45 ribu per tabung.

Penulis: anas al hakim | Editor: Hendri Dunan
tribunjambi/anas alhakim
Satu pangkalan gas di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Menjelang Natal dan Tahun Baru, gas LPG 3 kilogram sulit didapat. 


TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, ketersediaan gas melon di Kabupaten Tanjab Timur sulit didapatkan. Sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih dari HET untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg subsidi tersebut.

Sulitnya mendapatkan gas melon ini bukan kali ini saja terjadi. Namun, ini sudah sering terjadi di kalangan masyarakat ekonomi ke bawah. Seperti yang dikatakan Mega, warga Kecamatan Muara Sabak Barat.

Dia menyebutkan, bahwa untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg di pangkalan, masyarakat harus bergerak cepat, karena gas akan cepat habis. Kalau sudah gas habis, masyarakat terpaksa harus mencarinya di warung-warung kelontong dengan harga tinggi.

"Iya sekarang ini susah nian cari gas 3 Kg. Kami harus keliling mencarinya, itupun kalau dapat. Kalau telat tak dapatlah kami masak bang," ucapnya, Senin (18/12).

Ia menjelaskan, untuk sekarang ini harga gas LPG 3 Kg di warung kelontongan mereka jual Rp 45 ribu per tabung. Mau tidak mau harus diambil, karena ini merupakan kebutuhan. Meskipun demikian harga tersebut sangatlah tinggi, karena biasanya harga di pangkalan hanya Rp 20 ribu per tabung.

"Harganya dua kali lipat dari harga yang telah ditentukan pemerintah, tapi mau bagaimana lagi, karena kami juga butuh, tapi harganya mencekik kami," ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah bisa mencarikan solusinya, jangan hal ini dibiarkan terus, karena masyarakat juga yang dirugikan. Setidaknya kuota gas LPG 3 Kg bisa ditambah, karena kebutuhan masyarakat sangat kurang.

"Kami berharap, agar Pemerintah memberikan penambahan kuota gas, karena untuk gas 3 Kg di Tanjab Timur ini sangatlah kurang. Kasihan dengan masyarakat seperti kami ini kalau tidak dapat gas, harus mengeluarkan biaya lebih," harapnya.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat Pemerintah Daerah Tanjab Timur akan melaksanakan Operasi Pasar gas LPG 3 Kg subsidi di setiap kecamatan. Namun Operasi Pasar itu dinilai tidak efektif kalau hanya dilakukan pada saat momen kelangkaan saja, jadi perlu ada penambahan kuota gas.

Melakukan Operasi Pasar

Biasanya, setiap ada kelangkaan gas subsidi di masyarakat, pihak Pemkab Tanjabtim melalui dinas terkait melakukan operasi pasar. Sebagaimana yang pernah dilakukan pada beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjabtim, Muhammad Awaluddin mengatakan, bahwa operasi pasar ini digelar untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Dimana, biasanya memang di saat hari besar keagamaan kebutuhan gas masyarakat meningkat.

"Memang setiap tahun di hari besar keagamaan kita akan ada operasi pasar gas elpiji, karena masyarakat susah mendapatkan gas," ungkapnya.

Dirinya berharap kedepannya pelaksanaan kegiatan ini bisa terus berjalan dengan lancar, tanpa adanya permasalahan yang muncul.

"Kita harap dengan adanya operasi pasar dapat membantu masyarakat,"harapnya.

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved