Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

PTPN 6 Pertahankan Pohon Seedling Teh Asli Belanda

Farhan menjelaskan, ada ribuan batang pohon teh yang ditanam Belanda saat pertama membuka lahan perkebunan

Editor: Rahimin
Istimewa
Masih banyak seedling atau pohon teh bawaan yang ditanam penjajah Belanda pertama kali sejak tahun 1923 itu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Jika anda ingin melihat pohon Teh berusia sekitar satu abad, datang saja ke PTPN 6 Kebun Kayu Aro, Kerinci

Di kebun teh milik perusahaan pemerintah ini masih banyak seedling atau pohon teh bawaan yang ditanam penjajah Belanda pertama kali sejak tahun 1923 itu.

"Masih ada, saat ini masih ada pohon Teh yang ditanam Belanda dulu. Kami masih merawatnya dengan baik, luas tanamannya mencapai ratusan hektar,” kata Manager PTPN 6 Kebun Kayu Aro, Farhan didampingi Assisten Personalia Kebun Kayu Aro, M Firdaus, Senin (27/11/2023).

Farhan menjelaskan, ada ribuan batang pohon teh yang ditanam Belanda saat pertama membuka lahan perkebunan di lereng gunung Kerinci, Gunung tertinggi di Sumatera itu.

Tanaman itu, masih menghasilkan dan memproduksi pucuk-pucuk teh hitam terbaik dan menjadi legenda teh di Indonesia 

"Seedling atau tanaman asli bawaan Belanda, masih produksi dan baik. Luas tanaman seedling ini mencapai 385,86 hektar atau 21.47 persen areal teh tanaman menghasilkan. Hasil tanaman seedling ini juga masih bagus dan menjadi teh terbaik kita,” ujarnya.

Ia mengatakan, tanaman seedling teh Belanda itu terletak di afdeling B, C, D, E dan afdeling F di kebun Teh Kayu Aro. Secara fisik bentuk dan rupa pohon teh bawaan Belanda ini, tidak ada perubahan dengan pohon teh yang ditanam sejak di kelola PTPN 6 atau diambil alih pemerintah Indonesia pasca kemerdekaan.

”Fisik dan bentuk dengan pohon teh yang kita tanam tidak ada perubahan, sama saja. Yang beda hanya sistem pola tanam tanman teh tersebut. Kalau pohon seedling itu, seperti acak tidak lurus seperti sekarang. Maklum dulu kan, sistem pola tanam seedling masih pola tanam mata lima dan ada juga pola tanam yang lain tidak seperti tanaman klonal yang memiliki sistem pola tanam double row,” kata Farhan.

Ia mengaku, tanaman seedling dari Belanda ini telah diteliti beberapa peneliti perkebunan dan peneliti sejarah. Perawatan terhadap seedling ini dilakukan sama hal dengan tanaman yang ada. 

”Banyak peneliti perkebunan juga datang, kalau wisatawan datang ingin lihat dan yaa, jadi ajang swafoto selfie,” pungkasnya.

Baca juga: Lagi, PTPN VI Bangun MCK Buat Warga di Batanghari

Baca juga: PTPN 6 Goes To Campus di Universitas Jambi

Baca juga: PTPN 6 dan SPBUN Sepakat Sejahterakan Karyawan

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved