Liga 2
Persiraja dan Semen Padang Cuma Butuh 1 Kemenangan, PSMS Dibuntuti Sriwijaya FC
Dua tim di Grup 1 Liga 2, Persiraja Banda Aceh dan Semen Padang FC, hanya butuh tambahan 3 poin untuk memastikan lolos ke babak 12 besar.
Tiga klub yakni PSMS, Sriwijaya FC, dan PSPS Riau akan bersaing ketat untuk lolos ke babak 12 besar, sementara Persiraja dan Semen Padang FC hanya butuh 1 kemenangan lagi untuk memastikan diri lolos dari fase grup.
TRIBUNJAMBI.COM - Dua tim di Grup 1 Liga 2, Persiraja Banda Aceh dan Semen Padang FC, hanya butuh tambahan 3 poin untuk memastikan lolos ke babak 12 besar.
Saat ini, kedua tim tersebut sama-sama mengatongi 17 poin.
Tambahan poin dari satu kemenangan saja, akan membuat memastikan mereka meraih tiket lolos dari fase grup.
Sriwijaya FC yang kini berada di peringkat keempat dengan poin 10 dari 9 pertandingan, sudah tak akan mampu lagi mengejarnya.
Bila mampu menyapu bersih 3 pertandingan sisa, maka Sriwijaya FC hanya akan maksimal mengoleksi 19 poin.
Untuk bisa meraih hasil yang sama, Sriwijaya FC juga bersaing dengan PSPS Riau yang memiliki poin yang sama, tapi kalah dalam hal selisih gol.
Harapan Sriwijaya FC untuk lolos adalah dengan bisa menggusur PSMS Medan, yang kini berada di peringkat ketiga.
Saat ini PSMS Medan baru menjalani 8 pertandingan, dan mengoleksi 12 poin.
Untuk PSMS bisa menjauhi Sriwijaya FC, harus menang minimal pada tiga dari empat pertandingan tersisa, dan dengan demikian maka lolos ke babak 12 besar.
Adapun tiga pertandingan sisa yang dimiliki Sriwijaya FC adalah menghadapi Semen Padang pada 26 November mendatang, di kandang lawannya.
Setelah itu akan bertandang lagi ke Pekanbaru melawan PSPS Riau pada 30 November.
Pertandingan terakhir Laskar Wong Kito adalah main di kandang menghadapi rivalnya, PSMS Medan, pada 17 Desember 2023.
Sementara pertandingan tersisa PSMS Medan masih ada 4 match lagi.
Terdekat, tim berjuluk Ayam Kinantan bertandang ke markas PSDS Deli Serdang pada 27 November 2023.
Selanjutnya PSMS akan menjamu Semen Padang pada 1 Desember 2023, dilanjutkan menjamu PSPS Riau pada 9 Desember 2023.
Baca juga: Tanggapan PSSI dan PT LIB terkait Kerusuhan Suporter di Laga Gresik United vs Deltras di Liga 2
Pertandingan terakhir, yang bisa jadi penentu lolos adalah saat bertandang ke Palembang melawan Sriwijaya FC.
Kapten PSMS Medan Dikeroyok
Kapten PSMS Medan, Rachmad Hidayat, menjadi korban pengeroyokan di dalam stadion, diduga dilakukan oknum pengurus Persiraja Banda Aceh.
Ada pukulan yang diterima Rachmad Hidayat usai laga Persiraja vs PSMS, Sabtu (18/11/2023), yang membuat keningnya bengkak.
Pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 0-0, dan terjadi kemarahan supporter, yang disertai pelemparan ke arah pemain PSMS Medan.
Kericuhan di dalam stadion membuat pemain PSMS harus bertahan selama beberapa jam di tengah lapangan.
Persoalan ini telah dilaporkan manajemen PSMS kepada komisi disiplin (Komdis) PSSI.
Pihak Ayam Kinantan berharap ada sanksi tegas yang diberikan kepada pihak Persiraja atas insiden malam itu, yang telah mengamcam keselamatan para pemain dan official PSMS.
Terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan pengurus Persiraja, COO PT Kinantan Medan Indonesia, Andry Mahyar, mengecam tindakan tersebut.
Menurutnya tindakan itu sangat tidak sportif, dan jauh dari nilai-nilai yang harusnya dijunjung tinggi oleh insan olahraga.
"Ini memalukan sepakbola Indonesia. Oknum pengurus sepak bola ikut terlibat dalam pengeroyokan terhadap salah satu pemain PSMS," ungkapnya.
Dia meminta Komdis PSSI memberi sanksi, tidak hanya berupa denda saja.
Dia menyebut, dalam aturan kode disiplin, ada juga sanksi lebih tegas yang bisa diberikan, seperti partai usiran, tanpa penonton, bahkan diskualifikasi.
"Di Pasal 68 sampai 70 kode disiplin PSSI menjelaskan sanksi jika terjadi kerusuhan. Pengusiran dan juga menggelar pertandingan tanpa penonton. Bahkan dalam sanksi tambahan juga, ada pasal mengatur tentang diskualifikasi," terang Andry.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kejadian yang sama tak hanya terjadi kali ini saja.
Peristiwa serupa, ungkapnya, juga terjadi pada saat Persiraja melawan Sada Sumut, Semen Padang FC, dan Sriwijaya FC.
"Ada kejadian yang tak jauh beda. Artinya sudah habit. Ini nggak boleh terjadi sepak bola kita," ungkapnya.
Menurutnya, bila hanya diberikan sanksi denda saja, maka hal yang sama bakal terulang lagi.
"Persiraja harus mendapatkan hukuman tambahannya," tegasnya.
Rachmad Hidayat Kesal
Pertandingan Persiraja vs PSMS Medan, yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, berakhir ricuh.
Kericuhan itu terjadi usai laga yang berakhir imbang 0-0.
Penonton dan kelompok supporter Persiraja melakukan aksi pelemparan menggunakan botol minuman ke arah pemain PSMS Medan yang masih di pinggir lapangan.
Sontak para pemain dan manajemen PSMS Medan berlari ke tengah lapangan menghindari lemparan tersebut.
Pemain PSMS Medan Rachmad Hidayat mendapat perlakuan tidak terpuji.
Aksi pemukulan dialami Rachmad Hidayat saat hendak meninggalkan lapangan yang situasinya sudah tidak kondusif.
Kapten PSMS Medan itu diduga dipukul oknum manajemen Persiraja Banda Aceh.
Pada foto yang diterima Tribunmedan, kening Rachmad Hidayat terlihat benjol.
"Eh polisinya diam aja," ucap Rachmad Hidayat dalam sebuah video.
Pelatih PSMS, Miftahudin, tak menampik pertandingan berlangsung keras.
Menurut dia, pemain PSMS Medan merasa tertekan dengan cara bermain lawan yang kurang sportif.
Kerasnya laga membuat Miftahudin ibaratkan seperti di medan perang.
Laga PSMS dan Persiraja tak hanya panas di lapangan. Para suporter pun bikin kericuhan.
"Pemain saya ada yang dikeroyok, dihantam di ruang yang sempit seperti itu. Kita mau perang atau mau main bola?" beber Miftahudin.
Ia berharap agar liga di Indonesia semakin baik dan lebih sportif.
Kerasnya laga pun diakui pemain PSMS Wahyu Rahmat Ilahi. Bahkan dia merasa tidak aman.
"Kami di sini cuma main bola, sedangkan di luar kayak mau perang. Jadi kami kayak tidak aman. Kita bukan main di satu daerah saja, tapi di luar bisa ketemu lagi," kata dia.
Klasemen Sementara
Berikut klasemen sementara Liga 2 Grup 1, yang diisi oleh klub asal Sumatera:
1. Semen Padang FC, main 8 kali, selisih gol +8, poin 17
2. Persiraja Banda Aceh, main 9 kali, selisih gol +5, poin 17
3. PSMS Medan, main 8 kali, selisih gol +3, poin 12
4. Sriwijaya FC, main 9 kali, selisih gol +2, poin 10
5. PSPS Riau, main 9 kali, selisih gol -4, poin 10
6. Sada Sumut FC, main 8 kali, selisih gol -5, poin 5
7. PSDS Deli Serdang, main 9 kali, selisih gol -9, poin 4. (*)
Baca juga: Debut Manis Jose Valencia, Cetak Gol Penentu Kemenangan PSMS Medan atas Sada Sumut FC
Baca juga: Laga Perpisahan PSMS Medan di Stadion Teladan: Gol Cantik Fardan Harahap hingga Gasak Sada Sumut FC
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.