Belasan Wanita Diduga PSK Terjaring Razia di Payo Sigadung

Saat petugas tiba di Pucuk, wanita yang sedang duduk di depan rumah banyak langsung berlari berhamburan masuk ke dalam rumah

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
tribunjambi/rifani halim
Wanita diduga PSK dibawa ke Polda Jambi setelah terjaring razia di eks Lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk, Kota Jambi, Minggu (19/11/2023) dini hari. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 30 pria dan wanita tejaring razia penyakit masyarakat di wilayah eks Lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk Kota Jambi oleh tim Siginjai Polda Jambi, Sabtu (18/11/2023) malam.

Dalam razia itu, 19 orang perempuan berpakaian seksi dan 11 laki-laki dibawa ke Mapolda Jambi menggunakan truk polisi.

Saat petugas tiba di Pucuk, wanita yang sedang duduk di depan rumah banyak langsung berlari berhamburan masuk ke dalam rumah, dan mematikan lampu, lari berhamburan menuju salah satu rumah tingkat

Setelah berhasil masuk, polisi mendapati belasan pria dan belasan wanita berpakaian minim yang ada di dalam rumah tersebut. 

Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi AKBP Kristian Adi Wibawa berkata, Satgas II operasi pekat saat ini sedang melaksanakan kegiatan operasi penindakan termasuk pencegahan di Pucuk dengan hasil 11 laki-laki dan 19 perempuan. 

"Saat ini mereka sedang dilakukan cek urien dan pengecekan identitas. Ada 19 wanita dan 11 laki-laki," katanya  Minggu (19/11/2023) menjelang subuh. 

Kristian bilang, pihaknya baru mengetahui bahwa masih ada aktivitas di lokalisasi Payo Sgadung (Pucuk), padahal tempat tersebut sudah ditutup oleh pemerintah daerah beberapa tahun lalu.

"Kami juga mendapatkan informasi baru beberapa hari ini, sebelumnya, sebenarnya telah direlokasi oleh Pemda. Tapi saat ini masih banyak aktivitas di lokasi itu," katanya. 

Kristian memprediksi, masih banyak wanita pekerja seks komersial (PSK) yang belum terjaring razia, pihaknya baru berhasil mengamankan 19 wanita di Pucuk.

Para wanita ini asalnya dari luar Provinsi Jambi yaitu dari Bekasi, Jawa Barat, dan ada juga yang lokal Jambi.

"Yang tidak terjaring mungkin cukup banyak. Rata dari luar Jambi, ada juga dari dalam (Jambi) . Mereka juga ada yang freelance dan ada yang menetap," jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved