Kunci dan Jawaban
Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 95, Kepercayaan Pada Masa Bercocok Tanam
Kunci jawaban kelas 7 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Sosial Kurikulum Merdeka halaman 95.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Kunci jawaban kelas 7 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Sosial.
Materi ini ada di buku IPS Kurikulum Merdeka halaman 95.
Kerjakan dengan baik tugas di bawah ini berdasarkan isi bacaan dan pengetahuan yang kalian dapatkan
Soal
1. Bagaimana pembagian kerja antara laki-laki dan wanita pada masa bercocok tanam?
2. Bagaimana bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam?
Jawaban
1. Pembagian Kerja antara Laki-laki dan Wanita pada Masa Bercocok Tanam
Pada masa bercocok tanam, pembagian kerja antara laki-laki dan wanita sudah mulai terlihat. Pembagian kerja ini didasarkan pada perbedaan fisik dan peran masing-masing gender dalam masyarakat.
Laki-laki umumnya bertanggung jawab atas pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik yang besar, seperti:
Membuka lahan baru
Mengolah tanah
Menanam dan memanen tanaman
Berburu
Membangun rumah
Menjaga keamanan desa
Wanita umumnya bertanggung jawab atas pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan ketelatenan, seperti:
Memasak
Mencuci pakaian
Mengumpulkan buah-buahan dan sayuran
Merawat anak
Membuat kerajinan tangan
Namun, pembagian kerja ini tidak selalu kaku. Ada juga beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki dan wanita bersama-sama, seperti:
Berladang
Memasak
Mengumpulkan kayu bakar
2. Bentuk Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam
Pada masa bercocok tanam, sistem kepercayaan masyarakat masih bersifat animisme dan dinamisme. Animisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda, baik benda mati maupun hidup, memiliki jiwa atau roh. Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu di alam semesta memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.
Masyarakat pada masa bercocok tanam percaya bahwa alam semesta dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan supernatural. Mereka melakukan berbagai ritual dan upacara untuk menghormati kekuatan-kekuatan tersebut.
Berikut adalah beberapa contoh ritual dan upacara yang dilakukan oleh masyarakat pada masa bercocok tanam:
Upacara pemujaan roh nenek moyang. Ritual ini dilakukan untuk menghormati roh nenek moyang yang dipercaya dapat melindungi dan memberi berkah bagi masyarakat.
Upacara persembahan. Ritual ini dilakukan untuk memberikan persembahan kepada kekuatan-kekuatan supernatural, seperti dewa-dewi, roh alam, atau roh nenek moyang.
Upacara penyembuhan. Ritual ini dilakukan untuk menyembuhkan penyakit yang dipercaya disebabkan oleh kekuatan-kekuatan supernatural.
Upacara pertanian. Ritual ini dilakukan untuk memohon keberhasilan panen.
Sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Sistem kepercayaan ini memberikan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, serta membantu mereka untuk memahami dunia di sekitar mereka.
Disclaimer
1. Pembahasan di atas hanya sebagai referensi belajar.
2. Soal di atas merupakan pertanyaan terbuka. Artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku di atas.
3. Artikel ini tidak mutlak menjamin kebenaran jawaban. Siswa dapat mengembangkan jawaban yang lebih baik.
Sumber : Nursa’ban M Dkk. 2021.IPS SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 118, Saluran Globalisasi
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 79, Delapan Golongan Ashnaf
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/05112017-manusia-purba-sangiran_20171105_152748.jpg)