Tafsir Mimpi
Arti Mimpi di Hari Jumat, Benarkah Pertanda Baik? Ini Jawabannya
Hari Jumat adalah hari yang mulia dalam Islam, disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulunya.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Hari Jumat adalah hari yang mulia dalam Islam, disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulunya.
Oleh karena itu, mimpi di hari Jumat sering dikaitkan dengan pertanda baik.
Berikut adalah beberapa arti mimpi di hari Jumat pertanda baik:
Mimpi melaksanakan salat Jumat
Mimpi melaksanakan salat Jumat adalah salah satu mimpi yang paling sering dikaitkan dengan pertanda baik. Mimpi ini menandakan bahwa seseorang akan mendapatkan kehormatan, kemuliaan, atau kedudukan yang tinggi. Selain itu, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang akan mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan memperoleh apa yang dicita-citakan.
Mimpi bertemu orang yang dicintai
Mimpi bertemu orang yang dicintai juga sering dikaitkan dengan pertanda baik. Mimpi ini menandakan bahwa seseorang akan mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Selain itu, mimpi ini juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang akan bertemu dengan orang yang dicintai dalam waktu dekat.
Mimpi mendapatkan sesuatu yang berharga
Mimpi mendapatkan sesuatu yang berharga, seperti uang, perhiasan, atau barang lainnya, juga sering dikaitkan dengan pertanda baik. Mimpi ini menandakan bahwa seseorang akan mendapatkan rezeki atau keberuntungan.
Mimpi Sebagai Petunjuk
Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.
Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.
Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.
Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat.
Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.
Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut.
Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan.
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang.
“Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).
Baca juga: Arti Mimpi Suami Digoda Wanita Lain, Tanda Insecure Dalam Hubungan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Saat-Mimpi-Buruk.jpg)