Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

KKB Papua

KKB Papua Kembali Berulah, Kali Ini Sasar Pekerja Puskesmas di Puncak

KKB kembali berulah dengan melakukan penembakan terhadap pekerja Puskesmas di Kabupaten Puncak, Papua Tengah

Editor: Darwin Sijabat
Facebook/TNPNB
Ilustrasi KKB Papua. KKB kembali berulah dengan melakukan penembakan terhadap pekerja Puskesmas di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berita KKB Papua hari ini, KKB kembali berulah dengan melakukan penembakan terhadap pekerja Puskesmas di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Berulahnya kelompok separatis itu diceritakan Isak, satu di antara pekerja Puskesmas Kepala Air.

Dia bersama 21 rekannya diserang kelompok tersebut pada Kamis (19/10/2023) kemarin.

Dia mengungkapkan bahwa satu rekannya sempat ditembak oleh KKB Papua menggunakan pistol.

Namun, senjata yang ditembakkan tersebut tidak menelutus.

“Saat ditembakan ke udara baru meletus. Kami langsung berhamburan,” kata Isak kepada Tribun-Papua.com di Timika.

Isak menyebutkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya sudah mengetahui segerombolan orang datang dari arah barat puskesmas.

Baca juga: 25 Penambang Emas di Pedalaman Yahukimo Berhasil Hindari Pembantaian KKB Papua, Dievakuasi Malam

Baca juga: Prabowo Subianto Janji Daftar ke KPU Pekan Depan Usai Rapimnas Golkar, Wakilnya Dibawah 40 Tahun

Baca juga: Info Gempa Hari Ini Jumat 20 Oktober 2023 Guncang Maluku Bagian Seram, Berikut Data BMKG

Namun mereka tidak mengetahui jika gerombolan tersebut adalah anggota KKB.

“Kami pikir, mereka (gerombolan) itu mau datang minum kopi. Ternyata, mereka adalah KKB dengan wajah yang sudah dicat hitam. Mereka siap menembak dan memanah,” ujarnya.

 Menurut Isak, KKB tersebut datang menggunakan sejumlah senjata api dan sajam berupa parang dan panah.

Sebelum melakukan penyerangan, KKB terlebih dahulu menyuruh orang asli Papua untuk keluar dari camp.

"Saya bisa lolos karena lari sampai di pos penjagaan. Mereka kejar tapi tidak dapat. Kalau teman yang meninggal saya tidak tahu karena saya lari tidak menoleh kebelakang," ungkapnya.

Ia menyebut, sebanyak 22 orang rekannya membangun Puskesmas tersebut namun dengan kejadian serperti ini membuat dirinya trauma.

"Baru satu bulan saya di Puncak dan keluarga ada di Timika," tutup Isa.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ammar Zoni Rela Kerja Ojek Online Demi Nafkahi Irish Bella dan Anak Usai Bebas Penjara

Baca juga: Prabowo Subianto Janji Daftar ke KPU Pekan Depan Usai Rapimnas Golkar, Wakilnya Dibawah 40 Tahun

Baca juga: Info Gempa Hari Ini Jumat 20 Oktober 2023 Guncang Maluku Bagian Seram, Berikut Data BMKG

Baca juga: Kuasa Hukum Gideon Tengker Minta Rieta Amilia Selesaikan Perkara Harta Gono Gini

Artikel ini diolah dari Tribun-Papua

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved