Selasa, 19 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Tanjabbar Mengeluh Dua Minggu Air PDAM Mati, Tapi Tagihan Naik Terus

Warga RT 7 Lorong Budiman, Kelurahan Sriwijaya, Kabupaten Tanjab Barat mengeluh air PDAM mati sejak dua minggu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Sopianto
PDAM Tanjab Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM,KUALA TUNGKAL-Warga RT 7 Lorong Budiman, Kelurahan Sriwijaya, Kabupaten Tanjab Barat mengeluh air PDAM mati sejak dua minggu.

Sri Wahyuni, warga setempat mengatakan, hingga saat ini dirinya kesulitan untuk mendapatkan air bersih. 

"Bukan di sini bae mati nya, dimano mano jugo mati," ungkapnya Selasa (10/10/2023)

Akibat air PDAM sering mati, dia terpaksa menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sebelumnya kami jugo pakai sumur bor, cuman sudah kami putusi, karena kami pikir air PDAM lancar," ungkapnya.

Meskipun air PDAM mati kata Sri Wahyuni, hampir setiap bulan tarifnya mengalami kenaikan.

"Dua bulan ini naik terus, kami biasanya Rp 45 ribu, bulan kemarin Rp 65 ribu, bulan ini naik lagi Rp 75 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, Sudjito, Komite Teknik PDAM Tanjab Barat ketika dikonfirmasi Selasa (10/10) mengatakan, kebutuhan air cukup untuk disalurkan ke 6.000 pelanggan yang ada di Kota Kuala Tungkal dan sekitarnya.

Namun demikian kata dia pada musim kemarau pihaknya sudah melakukan survei terkendala dengan pihak PLN yang sering mati.

"Kadang penampungan kami sudah penuh, pada saat mau disalurkan PLN padam," katanya. 

Pihak PDAM sudah berkoordinasi pihak PLN untuk segera diatasi persoalan tersebut.

"Alhamdulillah pada saat koordinasi dengan Kepala PLN bisa respon dan ada pergerakan," ungkapnya.

Untuk produksi PDAM memilki beberapa booster yang terdiri dari Teluk Bengka, Tebing Tinggi, Senyerang, Teluk Nilau, Paripudin dan di Kuanting.

Kemudian ada satu boster di Kuala Tungkal untuk membagi wilayah Parit II Manunggal dan sekitarnya.

"Kendala ini kami sudah bisa atasi, kendala disana kendala air kami pekat jadi pengolahan agak sulit tapi masih bisa kita atasi," ungkapnya.

Dia menyebut, air PDAM mati memang faktor alam tidak ada kesengajaan yang membuat masyarakat kesusahan untuk mendapatkan air.

Baca juga: PKB Ganti 2 Bacaleg DPRD Provinsi Jambi, Eks Bupati Bungo Mundur, Eks Calon Bupati Tanjabbar Masuk

Baca juga: PPPK Diperpanjang, Pelamar Disabilitas di Tanjab Barat Masih Kosong

Baca juga: Meski Kemarau PDAM Sarolangun Sebut Persediaan Air Bersih Masih Cukup

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved