Pasar Leuwiliang Kebakaran
Pasar Leuwiliang Kebakaran, Pedagang Nekat Berjualan Meski Api Belum Padam
Pasar Leuwiliang kebakaran, pedagang nekat berjualan meski api belum padam, Kamis (29/9/2023).
TRIBUNJAMBI.COM - Pasar Leuwiliang kebakaran, pedagang nekat berjualan meski api belum padam, Kamis (29/9/2023).
Kondisi pasar yang terbakar di Kabupaten Bogor itu terdapat momen yang tak biasa.
Pasalnya, meski api masih berkobar membakar kios-kios namun aktivitas perdagangan masih terjadi.
Pengunjung Pasar Leuwiliang pun tetap berdatangan untuk membeli kebutuhannya.
Salah satu pedagang di Pasar Leuwiliang, Siti Rohatun mengaku tak merasa takut dengan adanya kebakaran tersebut.
Sebab dia merasa lokasi tidak begitu dekat dengan titik api.
"Kalau saya emang tiap hari di sini. Engga takut kan ini di depan," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (28/9/2023).
Baca juga: 15 Jam Kebakaran di Pasar Leuwiliang Bogor Belum Padam, Pedagang Rugi Ratusan Juta
Baca juga: Politisi PBB Rayu Gibran Keluar PDIP Demi Cawapres Prabowo: Tak Perlu Takut, Demi Bangsa dan Negara
Baca juga: Berita KKB Papua Hari Ini, Trigana Air Stop Layanan ke Pegunungan Bintang Pasca Teror KKB
Alasannya tetap berjualan dengan kondisi yang seperti itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Selain itu, ia juga terpaksa berjualan agar tidak mengalami kerugian.
"Kalau tempe kan udah jadi, gimana atuh kalau engga dijual, harus dijual sekaeang juga kan," katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian pun memasang pembatas agar pengunjung pasar tidak mendekati sumber api.
Selain berbahaya, hal itu juga dilakukan agar proses pemadaman berjalan lancar.
Petugas Damkar Kesulitan Dapat Air
Petugas pemadaman kebakaran terus berjibaku memadamkan api di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Pasalnya, sudah lebih dari 15 jam api masih membakar pasar tradisional itu sejak Rabu (27/9/2023) malam.
Baca juga: Kebakaran di Taman Nasional Bukit Tigapuluh Diduga Disengaja, Danrem Gapu Minta Pelaku Ditindak
12 unit pemadam kebakaran pun dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
"Sudah 80 persen (pemadaman), tinggal penanganan di blok B," ujar Asan, Kasi Kedaruratan dan Penyelamatan pada Damkar Kabupaten Bogor, Kamis (28/9/2023).
Asan mengatakan, dalam proses pemadaman ini terkendala oleh minimnya sumber air.
Di sisi lain, api sangat cepat menjalar karena barang-barang yang ada di pasar mudah terbakar.
Sehingga petugas pun harus dengan cepat mencari sumber air.
Dari pantauan TribunnewsBogor.com, mobil pemadam kebakaran begitu sibuk mencari sumber air.
"Kemarin dapat suply dari PDAM, pukul 04.00 WIB diputus karena airnya mau dipake, akhirnya kita ambil dari solokan," katanya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Hari Ini Kamis 28 September 2023
Baca juga: Reaksi Gibran Dirayu Politisi PBB Keluar PDIP untuk Jadi Wakil Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Baca juga: Hasil Babak 1 Uzbekistan U-23 vs Indonesia U-23 di Asian Games, Kedua Tim Masih Sama Kuat
Baca juga: KPU Tanjabtim: Ada Tiga Jenis Laporan Dana Kampanye Harus Diserahkan ke KPU
Artikel ini diolah dari TribunnewsBogor.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20230929-Kebakaraan-Pasar-Leuwiliang123.jpg)